Gempa Magnitudo 6,7 Guncang Palu

Palu, NusantaraInsight – Wilayah Palu, Sulawesi Tengah, diguncang gempa bumi magnitudo 6,7 pada Selasa, 16 Juni 2026, pukul 10.27.44 WIB.

Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) memastikan gempa tersebut tidak berpotensi tsunami, namun mengingatkan masyarakat untuk berhati-hati terhadap kemungkinan gempa susulan.

Detail Peristiwa Gempa

Berdasarkan keterangan resmi BMKG, parameter gempa sebagai berikut:

  • Waktu Kejadian: Selasa, 16 Juni 2026 pukul 10.27.44 WIB (atau 11.27.44 WITA).
  • Titik Pusat (Episentrum): Berada di laut pada koordinat 1,04 LS dan 120,23 BT.
  • Lokasi Tepat: Sekitar 42 kilometer arah tenggara Kota Palu, Sulawesi Tengah.
  • Kedalaman: 10 kilometer (termasuk gempa dangkal).
  • Dampak Guncangan: Dirasakan kuat di Kota Palu, Kabupaten Sigi, Donggala, hingga Tojo Una-Una. 

Dampak yang Terasa

Guncangan gempa terasa cukup kencang di Palu. Video yang diunggah Instagram @soalpalu menunjukkan toko pakaian dan sepatu yang mengalami guncangan kuat. Seorang penjaga toko terlihat kabur ke luar toko untuk menghindari dampak bencana.

Warga yang sempat dihubungi media ini menyampaikan bahwa mereka saat ini sedang berada di luar rumah.

BACA JUGA:  Presiden Cabut IUP 4 Perusahaan Tambang di Raja Ampat

“Iya, baru saya rasa lantai bergetar dahsyat,” ujarnya menjawab pertanyaan terkait gempa.

“Jatuh semua yang ada di atas meja. Di atas lemari jatuh semua turun ke bawah,” ungkapnya.

Peringatan BMKG untuk Masyarakat
BMKG melalui situs resmi memberikan peringatan kepada masyarakat:
“Hati-hati gempa bumi susulan yang mungkin terjadi,” tulis BMKG dalam situs resminya.

BMKG juga menekankan bahwa informasi awal ini mengutamakan kecepatan penayangan, sehingga dampak gempa di Palu belum sepenuhnya dipastikan.

Saran BMKG

Masyarakat di wilayah Palu dan sekitarnya diminta:
– Tetap tenang dan tidak mudah terpancing informasi yang tidak jelas sumbernya
– Menjaga jarak dari bangunan yang tampak rusak
– Bersiap menghadapi kemungkinan gempa susulan
– Mengikuti informasi terkini hanya dari sumber resmi BMKG (www.bmkg.go.id).