Sport  

Mengejutkan, Cape Verde Repotkan Spanyol

Atalanta, AS, NusantaraInsight — Banyak yang menyangka Spanyol akan mudah melumat pendatang baru Piala Dunia 2026, Cape Verde saat berlaga di Stadion Mercedes Benz, Atalanta, Georgia AS, Selasa (16/6/2026) dinihari. Namun ternyata, kesebelasan Matador itu cukup direpoti oleh para pemain Cape Verde yang menerapkan sistem bertahan total.

Namun apa yang terjadi, meskipun digempur habis-habisan sepanjang pertandingan, Cape Verde mampu merusak konsentrasi pemain Spanyol dan memaksananya bermain imbang tanpa gol. Padahal, dari segi peluang, Spanyol menguasai jalannya pertandingan. Bahkan, bola bermain setengah lapangan. Tetapi para pemain Cape Verde tidak memberi ruang tembak sedikit pun dari jarak dekat terhadap gawangnya. Beberapa kali pemain Spanyol melepaskan tembakan spekulasi jarak jauh, namun melenceng dari gawang Vozinha.

Keberhasilan Cape Verde menahan imbang Spanyol tidak dapat dilepaskan dari penampilan gemilang kiper Vozinha sepanjang 2×45 menit pertandingan. Beberapa bola sulit berhasil diamankan dari kebobolan jalanya. Anak-anak asuhan Bubista ini berhasil membuat frustasi para pemain besutan L De La Fuente ini.

BACA JUGA:  Berbagi Angka Lawan Maroko, Vinicius Junior Penyelamat Wajah Brasil

Pada pertandingan 45 menit pertama, Cape Verde yang memuncaki klasemen Zona Afrika, tidak begitu mudah dijinakkan Spanyol yang pernah menyandang juara dunia tahun 2010 itu. Penampilan kiper Cape Verde Vozinha patut diacungi jempol. Berkali-kali gawangnya digempur habis, namun kiper Cape Verde ini mampu tampil dengan penyelamatan yang sangat gemilang. Mestinya, beberapa tembakan keras pemain Spanyol terkonversi sebagai gol. Namun Vozinha bukan penjaga gawang yang mudah ditaklukkan.

Setelah digempur habis pemain Spanyol, para pemain Cape Verde mampu mencuri kesempatan melakukan serangan balik cepat yang juga turut merepotkan barisan pertahanan Spanyol. Kiper Spanyol U.Simon belum teruji oleh pemain Cape Verde pada dinihari tadi. Jika saja serangan Cape Verde sama dengan gempuran yang dilakukan Spanyol terhadap kiper Vozinha, bukan tidak mugnkin akan berubah menjadi gol.

Beberapa pemain Cape Verde banyak yang merumput di liga Eropa. Di antaranya ada yang bermain di Laligo Spanyol. Jadi tidak heran, jika mereka mampu membaca pergerakan pemain Spanyol.

BACA JUGA:  Laga Uji Coba: Timnas Indonesia U-23 Tundukkan UEA 1-0

Memasuki babak kedua, meskipun Spanyol mengurung daerah pertahanan Cape Verde, namun pertahanan berlapis tim pendatang baru dari Afrika itu sulit ditembus Spanyol. Begitu pun masuknya bintang muda Spanyol Lamine Yamal pada babak kedua, tidak mampu mengubah serangan Spanyol. Padahal, Spanyol menguasai 62% jalannya pertandingan, namun sulit menembus pertahanan Cape Verde yang menarik semua pemainnya mempertahankan gawang Vozinha dari kebobolan.