SI-PINTAR JUARA Inovasi Baru Disdikbud Luwu Timur Wujudkan Satu Data Pendidikan

Malili, NusantaraInsightDinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Luwu Timur terus mendorong transformasi digital di sektor pendidikan melalui inovasi SI-PINTAR JUARA (Sistem Informasi Pengelolaan Instrumen, Tenaga Ajar dan Pelajar Maju dan Sejahtera).

Inovasi tersebut dirancang sebagai platform digital terintegrasi untuk memperkuat pengelolaan data pendidikan yang selama ini masih menghadapi berbagai tantangan, mulai dari fragmentasi data, keterlambatan pelaporan, hingga belum optimalnya pengawasan terhadap sarana prasarana, tenaga pendidik, dan peserta didik.

Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Luwu Timur, Raoda K, S.Pd, M.Si kepada media Jumat 12 Juni 2026 mengatakan SI-PINTAR JUARA hadir sebagai langkah strategis untuk mewujudkan tata kelola pendidikan yang lebih akurat, transparan, dan berbasis data.

Menurutnya, sistem tersebut tidak hanya berfungsi sebagai aplikasi pengelolaan data, tetapi juga menjadi instrumen penting dalam mendukung pengambilan kebijakan pendidikan yang lebih tepat sasaran.

“SI-PINTAR JUARA bukan sekadar aplikasi, tetapi instrumen perubahan dalam tata kelola pendidikan. Melalui sistem ini seluruh data pendidikan dapat terintegrasi dan tervalidasi sehingga menjadi dasar penyusunan kebijakan yang sesuai dengan kondisi riil di lapangan,” ujar Raoda.

BACA JUGA:  Mendikbudristek Pastikan Kenaikan UKT Batal

Ia menjelaskan, seluruh data pendidikan nantinya akan dihimpun dalam satu sistem yang dapat menyajikan informasi secara real time. Platform tersebut dilengkapi berbagai fitur teknologi seperti Geotagging, Photo Metadata, Artificial Intelligence (AI) Data Validation, hingga Executive Dashboard.

Fitur-fitur tersebut memungkinkan proses verifikasi data dilakukan secara lebih cepat, akurat, dan dapat dipertanggungjawabkan.

Selain itu, SI-PINTAR JUARA diharapkan mampu membantu pemerintah daerah dalam memetakan kebutuhan pendidikan secara lebih komprehensif, termasuk pemerataan distribusi guru dan identifikasi kebutuhan sarana serta prasarana sekolah.

Dengan data yang valid dan terintegrasi, berbagai program bantuan pendidikan juga dapat disalurkan secara lebih tepat kepada sekolah maupun peserta didik yang membutuhkan.

Raoda menambahkan, inovasi ini juga dirancang menyesuaikan karakteristik wilayah Kabupaten Luwu Timur yang memiliki kawasan pesisir, pegunungan, hingga daerah dengan keterbatasan akses internet.

Karena itu, sistem dilengkapi fitur Offline-Sync yang memungkinkan operator sekolah tetap dapat melakukan penginputan data meski belum terkoneksi jaringan internet.

“Data yang diinput akan tersimpan dan secara otomatis tersinkronisasi ketika jaringan kembali tersedia,” jelasnya.