Dalam pelaksanaannya, Disdikbud Luwu Timur akan melibatkan berbagai pihak, di antaranya perangkat daerah terkait, kepala sekolah, operator sekolah, Dewan Pendidikan, hingga sektor swasta melalui program Corporate Social Responsibility (CSR).
Raoda menegaskan keberhasilan transformasi digital tidak hanya ditentukan oleh kecanggihan teknologi, tetapi juga kualitas sumber daya manusia yang mengoperasikannya.
Karena itu, pihaknya akan menggelar berbagai program peningkatan kapasitas berupa pelatihan, bimbingan teknis, coaching, serta pendampingan bagi operator sekolah dan kepala sekolah.
“Transformasi digital harus diiringi peningkatan kompetensi SDM. Kami ingin memastikan seluruh pengguna mampu mengoperasikan sistem ini secara optimal sehingga manfaatnya benar-benar dirasakan oleh dunia pendidikan,” katanya.
Melalui SI-PINTAR JUARA, Pemerintah Kabupaten Luwu Timur menargetkan terwujudnya satu data pendidikan yang valid, terintegrasi, dan berkelanjutan.
Data tersebut diharapkan menjadi fondasi dalam mendukung pemerataan layanan pendidikan, peningkatan mutu pembelajaran, serta percepatan pembangunan sumber daya manusia yang unggul dan berdaya saing di Kabupaten Luwu Timur.
Inovasi ini juga menjadi bagian dari komitmen pemerintah daerah dalam mendukung reformasi birokrasi dan penguatan tata kelola pemerintahan berbasis digital menuju Luwu Timur yang maju, sejahtera, dan berkelanjutan. (humas).













