Disdik Makassar Gelar Pembinaan FLS3N Jenjang SMP

Makassar, NusantaraInsight — Dinas Pendidikan Kota Makassar menggelar Pembinaan Festival dan Lomba Seni Siswa Nasional (FLS3N) tingkat SMP di Karebosi Premier, Jumat (5/6/2026).

Ajang yang dihadiri oleh Kepala Seksi Manajemen SMP Disdik Makassar Suleman mengatakan bahwa ini bukan hanya ajang perlombaan tahunan.

Di balik panggung dan piala, proses pembinaan yang matang memainkan peran penting dalam membentuk karakter dan mengasah bakat seni peserta didik.

Ia menjelaskan bahwa pembinaan FLS3N ditujukan untuk membuka ruang kreativitas dan menanamkan kecintaan terhadap warisan budaya lokal.

“Pembinaan berkelanjutan memberi kesempatan siswa mengembangkan keterampilan seni seperti tari, musik, vokal, dan kriya secara profesional sekaligus memahami nilai-nilai budaya setempat,” katanya.

Tujuan pembinaan FLS3N menurut panitia penyelenggara meliputi empat aspek utama: menyediakan wadah kreativitas yang aman dan suportif; menanamkan nilai kearifan lokal; membentuk karakter unggul—jujur, sportif, tangguh, dan percaya diri; serta melakukan kaderisasi talenta seni sejak usia dini.

Program pembinaan dijalankan melalui pelatihan teknis, latihan rutin, serta pembinaan mental dan kerja sama tim.
Sejumlah guru pembina menyatakan bahwa manfaat pembinaan tak hanya terlihat dari prestasi di panggung.

BACA JUGA:  SD Negeri Parinring Makassar Rayakan HUT Kemerdekaan RI ke-79 Dalam Semangat Kebersamaan

“Siswa tidak hanya mengasah teknik seni, tetapi juga belajar problem solving, disiplin, dan kerja tim,” ujar salah satu guru. Selain itu, prestasi peserta dibuktikan dengan sertifikat resmi yang dapat mendukung jalur prestasi untuk Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) pada jenjang berikutnya.

Dukungan lebih besar untuk program pembinaan FLS3N, baik dalam bentuk fasilitas, pendanaan, maupun penghargaan kepada pembina dan peserta.

Dukungan tersebut dianggap krusial agar pembinaan dapat berkelanjutan dan mencetak generasi kreatif yang mencintai budaya lokal.

FLS3N tingkat SMP, yang berlangsung setiap tahun di berbagai tingkatan wilayah, tetap menjadi salah satu sarana penting dalam upaya pengembangan seni budaya di kalangan pelajar.

Dengan fokus pembinaan, kegiatan ini diharapkan menghasilkan bukan hanya pemenang, tetapi juga kader seniman muda yang berkarakter dan berdaya saing.