Dr. Muhammad Nur : Dari Laboratorium Kelas SLB Menuju Narasumber Nasional

Dr. Muhammad Nur, S.Pd., M.Pd.
Dr. Muhammad Nur, S.Pd., M.Pd.

Makassar, NusantaraInsight – Di balik dokumen yang biasanya hanya berisi deretan nama, jabatan, dan tahun, ada sebuah perjalanan panjang sebuah pengabdian. Itulah yang terjadi pada profil Dr. Muhammad Nur, S.Pd., M.Pd., guru dan PLT Kepala SLB Negeri 1 Makassar, yang kini tidak hanya menjadi teladan guru di sekolahnya, tetapi juga penggerak gagasan pendidikan khusus di tingkat nasional.

Secara lengkap, Dr. Muhammad Nur saat ini ia sebagai ASN berpangkat Pembina IV/a, di SLB Negeri 1 Makassar, dan latar belakang pendidikan S.3 Ilmu Pendidikan di Universitas Negeri Makassar (UNM).

Namun, di balik baris-baris tersebut tersimpan perjalanan puluhan tahun seorang guru yang memilih tetap berada di garis depan pelayanan pada peserta didik berkebutuhan khusus.

Lahir di Pangkep pada 13 April 1974, ia memilih merintis kariernya di dunia pendidikan khusus, bukan karena kebetulan, tetapi karena kesadaran bahwa anak-anak difabel juga punya “panggung” dan hak untuk berkembang.

Bukan hanya fokus pada pengalaman pendidikan semara, namun Yuyu begitu akrabnya disapa, mempunyai bagian pengalaman manajerial.

BACA JUGA:  MENELITI DIMULAI DARI LOGIKA YANG KRITIS DAN RADIKAL

Ini menunjukkan bahwa ia tidak hanya seorang guru kelas, tetapi sosok pemimpin yang kerap diamanahi tanggung jawab strategis. Mulai dari Plt. Kepala SLB Negeri 1 Makassar, Wakil Kepala Sekolah Bidang Kesiswaan, hingga Kepala Bengkel Keterampilan SLB Negeri 1 Makassar (2015–2024).

Ia bukan hanya mengajar akan tetapi membangun ekosistem yang menekankan bahwa keterampilan adalah bagian tak terpisahkan dari pendidikan anak berkebutuhan khusus.

Selain itu, ia juga menjadi Ketua LSP‑P1 (Lembaga Sertifikasi Profesi), Ketua KKG Pendidikan Khusus Kota Makassar, dan Ketua Komunitas Belajar Inovatif SLB 1 Makassar.

Ini menunjukkan bahwa Yuyu tidak hanya mengelola sekolah, tetapi juga membangun jaringan dan komunitas untuk memperkuat profesionalisme guru pendidikan khusus.

Keterlibatannya sebagai pengurus Ikatan Guru Pendidikan Khusus (IGPKh) Kota Makassar, Special Olympics Indonesia Sulawesi Selatan, dan Komite Sekolah SLB Negeri 1 Makassar membuktikan bahwa ruang geraknya meluas dari sekolah hingga ke level kota, provinsi, dan bahkan organisasi internasional tanpa batas.

Prestasi yang Bukan Hanya Sekadar Tanda Tangan

Nama Muhammad Nur bukan hanya tercatat rapi dengan beberapa gelar akademik, namun juga berupa gelar bergengsi. Di antaranya Juara II Olimpiade Guru tingkat nasional (2019), Guru Mitra Terbaik Nasional bidang Tunadaksa (2021), dan berbagai penghargaan dari Dinas Pendidikan Provinsi Sulawesi Selatan serta Gubernur Sulawesi Selatan atas dedikasi dan prestasinya di bidang pendidikan khusus.