Ia juga menjadi kontributor dan penelaah perangkat ajar di Platform Merdeka Mengajar, yang menunjukkan bahwa karya dan pemikirannya tidak hanya menjadi bahan pembelajaran di SLB, tetapi juga menjadi dasar kebijakan dan praktik pendidikan di seluruh Indonesia.
Cerita seorang guru SLB yang berdedikasi namun terlihat sederhana di atas sebenarnya menggambarkan sebuah transformasi: dari seorang guru yang belajar dan mengajar di kelas inklusif, menjadi pemimpin, narasumber, peneliti, dan penyusun kebijakan.
Kisah Dr. Muhammad Nur adalah bukti bahwa seorang guru pendidikan khusus tidak hanya membentuk karakter siswanya, tetapi juga ikut membentuk wajah pendidikan Indonesia yang lebih inklusif dan berpihak pada semua anak, tanpa terkecuali.
Di era ketika pendidikan semakin menuntut inovasi, profesionalisme, dan keterbukaan, Dr. Muhammad Nur menjadi semacam roadmap nyata, bahwa seorang guru, meski berada di SLB, bisa menjadi motor perubahan bagi dunia pendidikan secara luas—bukan hanya melalui prestasi, tetapi juga melalui konsistensi dan dedikasi yang tak pernah surut.












