Namun, yang menarik adalah bahwa sebagian besar penghargaan ini lahir dari “laboratorium kelas” SLB, bukan sekadar dari ruang rapat. Ia juga menjadi pemenang lomba inovasi pembelajaran, lomba manajemen keterampilan, dan dianugerahi beasiswa S.2 dari Kementerian Pendidikan (2013).
Prestasi tertinggi terbaru adalah penghargaan Wisudawan Terbaik Program Doktoral UNM Makassar periode Januari 2025 dengan predikat cumlaude, setelah berhasil mempertahankan disertasi tentang pengembangan buku pedoman pembelajaran bina gerak berbasis range of motion untuk guru pendidikan khusus.
Dari Guru Kelas Menuju Narasumber Nasional
Peran Dr. Muhammad Nur meluas jauh melampaui tembok sekolah. Ia menjadi narasumber nasional bimbingan teknis (bimtek) inklusif, instruktur nasional guru pembelajar/PKB, dan instruktur komite pembelajar Program Sekolah Penggerak yang dinaungi Kemendikbud.
Selain itu, ia aktif sebagai dosen praktisi di UNM Makassar, guru pamong dan tim penilai UKIN PPG, serta turut serta dalam tim penyusun Standar Kompetensi Kerja Penyandang Disabilitas dan model Kurikulum Operasional di Satuan Pendidikan Khusus.
Ia juga menjadi kontributor dan penelaah perangkat ajar di Platform Merdeka Mengajar, yang menunjukkan bahwa karya dan pemikirannya tidak hanya menjadi bahan pembelajaran di SLB, tetapi juga menjadi dasar kebijakan dan praktik pendidikan di seluruh Indonesia.
Cerita seorang guru SLB yang berdedikasi namun terlihat sederhana di atas sebenarnya menggambarkan sebuah transformasi: dari seorang guru yang belajar dan mengajar di kelas inklusif, menjadi pemimpin, narasumber, peneliti, dan penyusun kebijakan.
Kisah Dr. Muhammad Nur adalah bukti bahwa seorang guru pendidikan khusus tidak hanya membentuk karakter siswanya, tetapi juga ikut membentuk wajah pendidikan Indonesia yang lebih inklusif dan berpihak pada semua anak, tanpa terkecuali.
Di era ketika pendidikan semakin menuntut inovasi, profesionalisme, dan keterbukaan, Dr. Muhammad Nur menjadi semacam roadmap nyata, bahwa seorang guru, meski berada di SLB, bisa menjadi motor perubahan bagi dunia pendidikan secara luas—bukan hanya melalui prestasi, tetapi juga melalui konsistensi dan dedikasi yang tak pernah surut.













