Webinar Nasional Qurban Syar’i dan Sehat di Takalar

Webinar

Takalar | NusantaraInsight  —  Menjelang perayaan Hari Raya Idul Adha 1447 Hijriyah, momen yang penuh makna pengorbanan, ketaatan, dan kepedulian sosial, kesadaran umat tidak hanya tertuju pada pelaksanaan ibadah semata, tetapi juga pada bagaimana memastikan setiap tahapan pelaksanaan qurban berjalan sesuai syariat agama sekaligus memenuhi standar kesehatan dan keamanan pangan. Menjawab kebutuhan tersebut, BPN Kerukunan Keluarga Takalar Panrannuangku berkolaborasi erat dengan Pemerintah Kabupaten Takalar serta Kantor Kementerian Agama Kabupaten Takalar, menyelenggarakan kegiatan bernilai tinggi: Webinar Nasional Qurban Syar’i & Sehat. Acara ini terbuka untuk umum, menjadi wadah pembelajaran dan pemahaman yang mendalam bagi seluruh masyarakat, tokoh agama, serta para pelaku pengelolaan hewan qurban di wilayah Takalar maupun secara nasional.

Kegiatan yang dijadwalkan berlangsung pada Sabtu, 23 Mei 2026, mulai pukul 08.00–11.00 WIB atau setara dengan 09.00–12.00 WITA, diselenggarakan dengan sistem hibrida, menggabungkan kehadiran daring dan luring agar dapat diakses seluas mungkin oleh masyarakat. Secara daring, kegiatan dapat diikuti melalui platform Zoom dengan tautan yang telah disediakan, sementara secara luring, kegiatan berpusat di Kantor Kementerian Agama Kabupaten Takalar. Keunggulan kegiatan ini tidak hanya pada penyampaian materi teoretis, tetapi juga dilengkapi dengan sesi praktik penanganan dan penyembelihan hewan qurban yang dikhususkan bagi para Imam Desa se‑Kabupaten Takalar. Hal ini menunjukkan komitmen penyelenggara agar ilmu yang didapatkan tidak hanya menjadi pengetahuan, tetapi juga keterampilan yang dapat diterapkan langsung di tingkat masyarakat.

BACA JUGA:  Pimpin Apel Gabungan, Bupati Daeng Manye Tekan Disiplin ASN dan Dukung Paskibraka

Untuk menjamin kualitas dan kedalaman materi, panitia menghadirkan sejumlah narasumber yang berkompeten dan memiliki keahlian di bidang masing‑masing, mulai dari aspek agama, syariat, hingga ilmu kedokteran hewan dan keamanan pangan. Sesi pertama akan dipandu oleh Drs. H. Manggaukang Rowa (Ketua MUI Kabupaten Takalar) dengan materi bertajuk “Qurban Ketaatan Tauhid dan Sosial”. Materi ini menjadi landasan utama, mengajak peserta kembali memahami hakikat qurban sebagai wujud ketaatan mutlak kepada Allah SWT sekaligus manifestasi kepedulian sosial untuk berbagi dengan sesama.

Pembahasan kemudian dilanjutkan oleh Dr. H.M. Ridwan Yahya, Lc. MA. (Ketua Komisi Dakwah MUI Provinsi DKI Jakarta), yang akan mengulas secara rinci tentang “Pemilihan dan Penyembelihan Hewan Qurban yang Syar’i dan Sehat”. Di sini, peserta akan diajak memahami kriteria hewan qurban yang sah menurut syariat, batasan usia, kualitas fisik, hingga tata cara penyembelihan yang benar, yang sekaligus menjamin aspek kemanusiaan dan kebersihan.

Materi ketiga melengkapi perspektif teknis dan ilmiah, disampaikan oleh Dr. Med. Vet. Drh. Denny Widaya Lukman, M.Si. (Dosen Sekolah Kedokteran Hewan dan Biomedis IPB University), dengan fokus pada “Pengelolaan Daging Qurban yang ASUH (Aman, Sehat, Utuh dan Halal)”. Materi ini sangat relevan mengingat daging qurban akan didistribusikan dan dikonsumsi oleh banyak orang, sehingga aspek keamanan dari penyakit, kebersihan, keutuhan kualitas, serta kehalalan produk menjadi hal yang wajib terpenuhi. Selama sesi pemaparan dan diskusi, jalannya acara akan dipandu oleh Dr. Drh. Tri Isyani Tungga Dewi, M.Si (Ketua Agrianita Fakultas Kedokteran IPB University), yang akan memastikan alur diskusi berjalan dinamis, terarah, dan menjawab keingintahuan peserta.

BACA JUGA:  Kadis PPPA dampingi Wali Kota Makassar di Seremonial Program Pemberdayaan Perempuan PT Nusantara Infrastructure

Inisiatif kolaborasi antara elemen masyarakat, pemerintah daerah, dan instansi agama ini merupakan langkah strategis yang sangat positif. Sebagai ketua umum penyelenggara, H. Hasanuddin Tisi Dg Lewa bersama Sekretaris Jenderal A. Muktadir Taiyeb Dg Rurung, menegaskan bahwa tujuan kegiatan ini adalah memperkuat pemahaman umat agar pelaksanaan Idul Adha menjadi semakin berkualitas, baik dari sisi ibadah maupun manfaat sosial‑kesehatannya.