Revolusi Kandang Ayam: Mahasiswa Unhas Hadirkan ‘MOL Nasi’, Peternak Matompi Tak Perlu Beli Kimia Mahal Lagi!

NusantaraInsight, Luwu Timur – Sekelompok mahasiswa Bina Desa MKPK Batch V Universitas Hasanuddin (Unhas) menggelar pelatihan pembuatan Mikroorganisme Lokal (MOL) berbasis nasi sebagai disinfektan alami di kandang ayam Kelompok Woliko, Desa Matompi, Kecamatan Towuti, Kabupaten Luwu Timur. 21 Januari 2026.

Kegiatan pengabdian masyarakat ini bertujuan tingkatkan sanitasi peternakan rakyat secara murah dan ramah lingkungan.

Program bertajuk “Pembuatan MOL Nasi sebagai Disinfeksi Alami di Kandang Ayam Alope Unhas-1 Kelompok Woliko” ini menyasar peternak lokal yang kerap kesulitan menjaga kebersihan kandang. Latar belakangnya? Sanitasi kandang ayam rakyat masih minim, rawan penyakit ternak, sementara disinfektan kimia mahal dan berisiko polusi jangka panjang. Mahasiswa Unhas ciptakan solusi inovatif: MOL nasi dari bahan lokal seperti nasi basi, gula merah, dan air, yang fermentasinya sederhana dan biayanya di bawah Rp10.000 per liter.

Dalam pelatihan, peserta diajari langkah demi langkah: persiapan bahan, fermentasi 7-14 hari, hingga penyemprotan di kandang dan peralatan. Ketua Kelompok Woliko beri masukan soal kondisi kandang setempat, bantu tim sesuaikan teknik. “Ini sangat membantu, kami bisa buat sendiri tanpa beli obat kimia,” ujar salah satu peternak, mencerminkan antusiasme warga, seperti dilaporkan ke media, Kamis (14/5.

BACA JUGA:  Mahasiswa KKN-T Unhas Buat Papan Informasi Sampah di Desa Bontomanai

Pengaplikasian langsung dilakukan dengan semprot menyeluruh, manfaatkan mikroba baik untuk tekan patogen penyakit. MOL nasi unggul karena murah, mudah didapat, dan dukung biosekuriti berkelanjutan—tanpa residu berbahaya bagi ternak atau lingkungan.

Mahasiswa berharap inisiatif ini jadi model praktis bagi peternak Desa Matompi. Dengan sanitasi rutin, kesehatan ayam terjaga, risiko wabah turun, dan produktivitas naik. Kegiatan ini bagian dari komitmen Unhas dorong inovasi desa mandiri.