TPU di Kota Overkapasitas, Pemkot Makassar Siapkan Lahan Ekspansi ke Wilayah Penyangga

NusantaraInsight, Makassar — Pemerintah Kota Makassar, kini dipimpin oleh Wali Kota Munafri Arifuddin, mengambil langkah strategis untuk menjawab tantangan keterbatasan lahan pekuburan yang kian mendesak.

Langkah taktis, tidak hanya menyangkut ketersediaan ruang, tetapi juga berkaitan langsung dengan pelayanan dasar dan penghormatan terhadap kebutuhan masyarakat hingga jangka panjang.

Sebagai bentuk keseriusan, pemerintah kota mulai mengakselerasi penyiapan lahan baru untuk lokasi Tempat Pemakaman Umum (TPU) baru.

Salah satu lokasi alternatif, Pemerintah Kota Makassar telah menjajaki penyediaan lahan baru di Kabupaten Maros, Lokasinya tepat di Desa Benteng Gajah, Tompobulu.

Wali Kota Makassar, Munafri Arifuddin, menyampaikan bahwa situasi ini menjadi perhatian serius pemerintah kota dalam menjamin ketersediaan layanan pemakaman bagi masyarakat.

Dia mengungkapkan bahwa opsi optimalisasi lahan, termasuk kemungkinan sistem penumpukan atau pemanfaatan ulang terbatas, mulai menjadi bagian dari kajian kebijakan.

“Sekarnag sudah kita lihat dan datangi beberapa lokasi, termasuk di Maros. Makassar kan relatif sudah sangat padat,” ujarnya, di Kantor Balai Kota Makassar, Selasa (5/5/2026), usai bertemu anggota DPRD Makassar, Muchlis A. Misbah.

BACA JUGA:  Pemprov Sulsel dan Pemkot Makassar Bersinergi untuk Percepatan Pembangunan

Diketahui, saat ini ketersediaan lahan pemakaman di Makassar kian menunjukkan tanda-tanda keterbatasan yang serius.

Kota ini hanya mengandalkan enam lokasi TPU, yakni di Sudiang, Beroanging, Kampung Dadi, Panaikang (dua lokasi), dan Antang sebagai fasilitas utama bagi kebutuhan pemakaman warga.

Namun, seiring meningkatnya jumlah penduduk dan kebutuhan lahan, sejumlah TPU tersebut kini berada dalam kondisi nyaris penuh.

Beberapa lokasi strategis seperti Sudiang dan Panaikang bahkan telah mengalami kepadatan tinggi, menyisakan ruang yang semakin terbatas untuk pemakaman baru. Kondisi serupa juga mulai terlihat di beberapa titik lainnya.

Oleh sebab itu, Appi menyampaikan, situasi ini menjadi sinyal kuat bagi pemerintah kota untuk segera mengambil langkah antisipatif dan terencana, agar kebutuhan dasar masyarakat tetap dapat terpenuhi tanpa menghadapi krisis lahan pemakaman di masa mendatang.

“Jadi, perlu ada solusi. Karena beberapa TPU itu, kuburan bahkan sudah tertutup untuk umum, kecuali bagi keluarga. Ini tentu menjadi tantangan yang harus segera kita carikan solusi,” tambah Appi.

Upaya ini dilakukan secara terukur melalui pemetaan wilayah potensial yang memenuhi aspek tata ruang, daya dukung lingkungan, serta aksesibilitas bagi masyarakat.