NusantaraInsight, Luwu Timur — Pertemuan pengurus PGRI Cabang Mangkutana Luwu Timur, membahas pemanfaatan aset organisasi berlokasi di Desa Wonorejo, Kecamatan Mangkutana, Kabupaten Luwu Timur, Kamis 23 April 2026 di Malili.
Kegiatan tersebut dihadiri seluruh pengurus cabang Mangkutana, Ketua PGRI Luwu Timur H. Sunarto, serta Wakil Ketua PGRI Sulawesi Selatan, Nursalam.
Pada pertemuan itu, Nursalam memaparkan asal-usul dan sejarah aset PGRI yang memiliki luas kurang lebih satu hektare.
Di atas lahan tersebut, kata dia, pernah berdiri SMA PGRI, dengan bangunan yang hingga kini masih ada meski kondisinya membutuhkan renovasi berat.
“Aset ini memiliki nilai sejarah dan potensi besar jika dikelola dengan baik,” ujar Ketua PGRI Lutim pada masanya.
Sejumlah peserta rapat kemudian mengusulkan agar lahan tersebut dimanfaatkan sebagai pusat pelatihan keterampilan kerja.
Beberapa jenis pelatihan yang diusulkan antara lain kursus alat berat, pengelasan, dan keterampilan teknis lainnya yang sesuai dengan kebutuhan dunia kerja di Luwu Timur dan sekitarnya, ungkapnya.
Usulan tersebut dinilai relevan mengingat tingginya kebutuhan tenaga kerja terampil di sektor industri dan pertambangan di wilayah tersebut.
Pengurus berharap, pemanfaatan aset PGRI ini tidak hanya menjaga keberlanjutan aset organisasi, tetapi juga memberi manfaat langsung bagi masyarakat, khususnya dalam peningkatan kompetensi dan peluang kerja, tandasnya.***













