Dukungan Pembelajaran untuk Siswa dengan Keterbatasan Akses di SMAN 2 Enrekang

NusantaraInsight, Enrekang — Pada, Selasa 10 Maret 2026, beberapa siswa dari kelas X, XI, dan XII di SMA Negeri 2 Enrekang menghadapi tantangan dalam mengakses pembelajaran online karena keterbatasan ekonomi keluarga dan kondisi geografis tempat tinggal mereka.

Hal ini berdampak pada kemampuan mereka untuk mengikuti pelajaran secara daring/online.

Sukayono menyatakan untuk mengatasi kendala ini, sekolah telah menerapkan solusi praktis yang memungkinkan siswa tetap mendapatkan materi pembelajaran.

Di antaranya:
Pengambilan Tugas di Sekolah: Siswa yang tidak memiliki akses perangkat atau jaringan komunikasi datang ke sekolah dengan mengenakan pakaian seragam. Mereka mengambil tugas mata pelajaran dari para guru untuk dikerjakan di rumah.

Pengaturan Jadwal : Pengambilan tugas hanya dilakukan satu hari setelah libur Idul Fitri maka tugas tersebut disetor kembali pada hari pertama masuk sekolah, yaitu Senin, 30 Maret 2026.

Tugas yang Tidak Membebani : Tugas yang diberikan dirancang sedemikian rupa agar tidak terlalu berat dan membebani siswa. Hal ini penting untuk memastikan bahwa mereka dapat menyelesaikan tugas dengan baik meskipun tanpa bimbingan langsung dari guru dan juga tidak membebani orang tua.

BACA JUGA:  Perhatian! Disdik Makassar Keluarkan Edaran Pembelajaran Daring

Tujuan utama dari program ini adalah memastikan bahwa setiap siswa mendapatkan kesempatan yang sama untuk belajar dan maju, meskipun ada keterbatasan yang dihadapi.

Dengan memberikan tugas yang dapat dikerjakan secara mandiri di rumah, siswa tetap dapat mengejar materi pelajaran dan mempersiapkan diri untuk ujian atau evaluasi berikutnya.

Diharapkan langkah ini dapat menjadi solusi jangka pendek yang efektif, sementara solusi jangka panjang seperti peningkatan akses internet dan dukungan perangkat teknologi terus diupayakan oleh pihak pemerintah daerah. Dengan demikian, semua siswa dapat menikmati pendidikan yang setara dan berkualitas,ungkap Sukayono.