12 Pembina Pramuka Unhas Soft Launching Buku “Dari Tenda ke Dunia” 

Makassar, NusantaraInsight — Pada puncak peringatan Hari Ulang Tahun ke-48 Gugus Depan Makassar 11.075–11.076 Pangkalan Universitas Hasanuddin, Sabtu malam (13/6/2026), sebanyak 12 pembina Pramuka Unhas resmi melakukan soft launching buku berjudul Dari Tenda ke Dunia. Acara digelar di pelataran Sanggar Bakti Pramuka Unhas, Gedung PKM II Universitas Hasanuddin.

Peluncuran buku ini menjadi agenda utama rangkaian perayaan HUT Gudep Unhas. Buku yang ditulis bersama oleh 12 pembina itu mendokumentasikan pengalaman, nilai, dan pembelajaran dari aktivitas kepramukaan yang dinilai relevan untuk kehidupan bermasyarakat, dunia kerja, dan kepemimpinan.

Dua belas penulis dalam buku tersebut adalah Prof. Dr. Muh Tamar, M.Psi.; Ir. Junardin Djamaluddin, S.P., M.Si., IPM., IALI; Dr. Mukhtar Galib, S.Sos., M.M.; Farida Budiastuti Machmoed (Ida); Andi Muhammad Hatta Tajang, S.P., M.M.; Achiem Muslimin B. Putra; Ir. H. Andi Bakhtiar Arsyad, M.M.; Muhammad Alif Iqra, S.H.; Samang, S.H., M.Kn.; Muammar Madjid; dan Muhammad Zabir, S.H., M.H.

Wakil Rektor Bidang Akademik dan Kemahasiswaan Universitas Hasanuddin, Prof. drg. Muhammad Ruslin, M.Kes., Ph.D., Sp.B.M.M., Subsp.Ortogmat-D(K), hadir menyaksikan peluncuran bersama para pembina, alumni, anggota Racana Putra–Putri Hasanuddin, serta tamu undangan lain.

BACA JUGA:  Ini Suasana Gerakan Makassar Membaca Buku Serentak di SD Inpres Banta-Bantaeng 1

Ketua Gugus Depan Makassar 11.075–11.076 dan inisiator buku, Prof. Dr. Muh Tamar, M.Psi., mengatakan buku ini bertujuan merawat ingatan kolektif serta mewariskan nilai-nilai kepramukaan kepada generasi berikutnya. “Buku ini merupakan seri pertama. Insya Allah akan ada seri-seri berikutnya. Kami berharap semakin banyak kakak-kakak pembina, alumni, maupun anggota Racana yang terdorong untuk menuliskan pengalaman, gagasan, serta pelajaran hidup yang diperoleh dari Pramuka,” ujarnya.

Prof. Muh Tamar menambahkan bahwa budaya literasi perlu ditumbuhkan di lingkungan kepramukaan. Menurutnya, Pramuka bukan sekadar mempelajari keterampilan lapangan, tetapi juga membentuk karakter, kepemimpinan, kemampuan adaptasi, dan semangat pengabdian. “Kita ingin menunjukkan bahwa Pramuka tidak hanya melahirkan orang-orang yang piawai mendirikan tenda atau memimpin upacara. Pramuka juga melahirkan akademisi, profesional, dan pemimpin yang memberi manfaat bagi masyarakat,” kata dia.

Hadirnya buku Dari Tenda ke Dunia juga dianggap sebagai penanda komitmen Racana Hasanuddin untuk membangun tradisi intelektual dan literasi di kalangan pembina dan anggota. Dari tenda-tenda perkemahan, kata Muh Tamar, lahir gagasan-gagasan yang diharapkan mampu menjangkau dunia yang lebih luas.