Belajar Budaya Toraja bersama Dr. Dirk Sandarupa, M.Hum., MCE dan Mahasiswa Amerika

NusantaraInsight, Makassar — School for International Training (SIT) Study Abroad melalui program *IHP Death & Dying: Perspectives, Practices & Policies* kembali mengadakan kegiatan akademik di Makassar dengan menghadirkan akademisi, peneliti budaya, sekaligus Dosen Pariwisata Universitas Hasanuddin, Dr. Dirk Sandarupa, M.Hum., MCE, sebagai pembicara utama. Acara berlangsung di Hotel Ibis Makassar dan diikuti mahasiswa internasional dari berbagai negara, Selasa (25/11/2025).

Dirk Sandarupa

Dalam sesi kuliah yang bertajuk “Kasta dan Peran Gender dalam Masyarakat Suku Toraja”, Dr. Dirk mengulas secara mendalam struktur sosial masyarakat Toraja, perspektif kasta dalam ritus adat kematian, serta transformasi peran gender baik pada ranah domestik maupun ritual. Pemaparan ini menjadi bagian penting dari upaya memahami hubungan antara budaya, kematian, dan dinamika sosial dalam komunitas adat Indonesia.

Peran Koordinator dan Penanggung Jawab Lokal

Dirk Sandarupa

Kegiatan ini dipimpin oleh I Made Yudiana, selaku Country Coordinator Program IHP Death & Dying, yang menyampaikan apresiasi atas kontribusi akademik Dr. Dirk dalam memperkaya wawasan mahasiswa SIT. Menurutnya, perspektif lokal yang disampaikan oleh pakar budaya Indonesia sangat penting untuk membangun pemahaman yang lebih komprehensif bagi peserta.

BACA JUGA:  Mahasiswa KKNT Unhas di Malino Manfaatkan Nasi Basi untuk Alam Lestari

Di Makassar, pelaksanaan program didukung oleh *Fadil Muhammad, S.Kel., M.Sc, dosen Universitas Negeri Makassar (UNM), yang bertugas sebagai Penanggung Jawab Program SIT di Makassar**. Kehadirannya memastikan seluruh agenda berjalan tertib dan sesuai standar akademik internasional.

*Moderasi oleh Professor Dilpreet Singh*

Sesi ini dimoderatori oleh **Professor Dilpreet Singh**, salah satu pengajar utama dalam program IHP yang dikenal dengan keahliannya di bidang death studies, global health, dan comparative cultures. Dengan pendekatan moderasi yang aktif dan dialogis, Prof. Singh memfasilitasi interaksi produktif antara narasumber dan para mahasiswa.

*Apresiasi dan Dampak Akademik*

Program SIT Study Abroad menilai kuliah ini sebagai salah satu sesi paling bernilai dalam rangkaian eksplorasi budaya di Indonesia. Melalui pemaparan Dr. Dirk, peserta internasional memperoleh pemahaman lebih kaya tentang filosofi hidup-mati masyarakat Toraja, simbol-simbol sosial, hingga dinamika gender dalam tata adat.

“Sesi ini membuka perspektif baru bagi kami tentang bagaimana masyarakat Toraja memandang kehidupan, kematian, keluarga, dan gender dalam konteks adat,” ujar salah satu peserta.

BACA JUGA:  Alya ; Kuliah di Prodi Ilmu Komunikasi Fisip Unismuh Makassar Karena Punya Prospek Kerja Luas

Acara ini menguatkan kolaborasi akademik antara SIT dan Universitas di Sulawesi Selatan seperti Universitas Negri Makassar dan Universitas Hasanuddin, sekaligus memperkenalkan keragaman budaya Indonesia kepada komunitas internasional melalui pendekatan ilmiah dan dialog lintas budaya.