Mahasiswa KKN Unhas Gelombang 114 Edukasi TOGA di Desa Bonto Manai

NusantaraInsight, Maros — Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata Tematik (KKN-T) Gelombang 114 Universitas Hasanuddin (Unhas) melaksanakan kegiatan edukasi Tanaman Obat Keluarga (TOGA) di Desa Bonto Manai, Kecamatan Tompobulu, Kabupaten Maros, 15 Agustus 2025 lalu

Kegiatan ini mengusung tema “Hidup Sehat Tanpa Obat Kimia” dan bertujuan meningkatkan kesadaran masyarakat akan pentingnya memanfaatkan tanaman herbal di sekitar rumah sebagai alternatif pengobatan alami.

Hal ini disampaikan Ainun Jariah Mahasiswa jurusan Biologi Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam (MIPA) kepada media ini, Jumat (31/10/2025).

Menurutnya, kegiatan edukasi ini melibatkan warga desa, khususnya ibu-ibu rumah tangga, yang menjadi garda terdepan dalam menjaga kesehatan keluarga.

Dalam pelaksanaannya, mahasiswa KKN melakukan sosialisasi secara _door to door_ ke rumah-rumah warga sambil membawa poster edukatif berisi gambar dan informasi mengenai berbagai jenis tanaman obat keluarga. Beberapa tanaman yang diperkenalkan antara lain sereh, lengkuas, jahe, kunyit, dan daun sirih.

Mahasiswa menjelaskan manfaat masing-masing tanaman, seperti sereh yang bermanfaat untuk meredakan flu dan stres, lengkuas yang berfungsi sebagai antiinflamasi alami, jahe dan kunyit yang dikenal sebagai penambah daya tahan tubuh, serta daun sirih yang bersifat antiseptik dan membantu menjaga kebersihan tubuh.

BACA JUGA:  Pagelaran dan Pemeran SMAN 25 Bone, Puang Ibe: Jangan Ragukan Kecintaan Saya Kepada Bengo

Selain memberikan penjelasan, mahasiswa juga membantu warga mengenali cara menanam tanaman obat tersebut di pekarangan rumah.

Edukasi dilakukan dengan pendekatan yang sederhana dan komunikatif agar mudah dipahami oleh seluruh lapisan masyarakat.

Sebagai bentuk keberlanjutan kegiatan, mahasiswa KKN Unhas juga memasang poster TOGA di beberapa titik strategis desa, seperti balai desa, posyandu, dan rumah warga, agar informasi seputar tanaman obat tetap dapat dibaca dan diingat oleh masyarakat.

Salah satu warga menyampaikan rasa senangnya atas kegiatan tersebut. “Alhamdulillah, sekarang kita jadi tahu manfaat tanaman yang selama ini sudah tumbuh di sekitar rumah. Ternyata banyak yang bisa dijadikan obat alami. Semoga kegiatan seperti ini bisa terus dilakukan agar kita semakin sehat dan mandiri,” ujarnya.

“Kami berharap kegiatan ini dapat memberikan dampak positif bagi masyarakat Desa Bonto Manai dalam meningkatkan kesadaran dan pemanfaatan tanaman obat keluarga sebagai alternatif pengobatan alami. Kami berkomitmen untuk terus mendukung dan mengembangkan program-program yang bermanfaat bagi masyarakat,” ucap Ainun jariah sebagai penanggungjawab program kerja edukasi TOGA.