News  

50 Anak Bersarung “Serbu” Rumah Zakat Sulsel

NusantaraInsight, Makassar — Sebanyak 50 orang anak bersarung “menyerbu” Rumah Zakat Sulawesi Selatan, Rabu (9/7/2025) di Jalan AP Pettarani Makassar.

Mereka “menyerbu”:untuk mengikuti khitanan massal yang digelar Rumah Zakat Sulsel dengan menggandeng TIGALAPAN INDONESIA selaku supporting kegiatan.

50 anak
Kolase khitanan massal

Amir, ST.,M.M mewakili Rumah Zakat Sulsel menyampaikan bahwa gelaran khitanan massal ini, merupakan kegiatan rutin setiap tahun.

Pria yang akrab disapa Bung Amir ini, menyampaikan bahwa Rumah Zakat Sulsel secara rutin menyelenggarakan program khitanan massal, atau sunatan massal, yang bertujuan untuk memberikan layanan khitan gratis bagi anak-anak dari keluarga kurang mampu.

Program ini, menurutnya, merupakan bagian dari upaya Rumah Zakat dalam memberdayakan masyarakat, khususnya dalam bidang kesehatan.

“Kegiatan ini juga untuk memberikan akses khitan gratis bagi anak-anak dari keluarga prasejahtera atau dhuafa,” ungkapnya.

Selain layanan khitan, peserta juga seringkali mendapatkan pemeriksaan kesehatan gratis dan bantuan lainnya.

“Kali ini Rumah Zakat Sulsel bekerja sama dengan berbagai pihak dan kali ini dengan TIGALAPAN INDONESIA, untuk menyelenggarakan program ini,” ucapnya lagi.

BACA JUGA:  Ketua PGRI Cabang Alla: Redistribusi Guru Fungsional Penting untuk Keadilan Mutu Pendidikan di Enrekang

Ia juga menjelaskan khitanan massal dilakukan oleh tenaga medis profesional dengan prosedur yang aman dan steril.

Sementara itu, pihak supporting kegiatan khitanan massal TIGALAPAN INDONESIA Inayah dan Yeni menyampaikan bahwa ini dilakukan sebagai salah satu bentuk kepedulian perusahaan kepada masyarakat.

“Sebelumnya, kami juga bersama Rumah Zakat menggelar kegiatan Amaliah Ramadhan, kemudian kegiatan khitanan massal ini,” ucapnya.

Bukan itu saja, lanjut Inayah, TIGALAPAN INDONESIA juga konsen dengan isu penanganan stunting serta isu anak lainnya.

Ia juga menjelaskan bahwa dari perusahaannya ada Corporate Social Responsibility (CSR) yang merupakan tanggung jawab sosial perusahaan.

Apalagi, lanjutnya, kebetulan karyawannya banyak Gen Z yang sangat tertarik dengan isu-isu sosial. Namun yang terpenting menurutnya, adalah komitmen perusahaan untuk berkontribusi pada pembangunan berkelanjutan, dengan memperhatikan dampak sosial, ekonomi, dan lingkungan dari operasional mereka.

“Ini mencakup berbagai kegiatan yang bertujuan untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat melalui kerja-kerja sosial,” pungkasnya.

Sementara itu, salah seorang warga yang ditemui (Leni) mengucapkan terima kasih kepada Rumah Zakat dan pihak donatur yang menyelenggarakan acara ini.