Sulsel, Antara Target & Tuan Rumah PON

KONI Sulsel yang saat itu dinakhodai oleh Ellong Chandra dan saya menjadi Plt Sekretaris Umum, menugaskan salah seoang wakil ketua bidang mempersiapkan proposal tersebut merujuk pada persyaratan yang ditetapkan KONI Pusat terhadap setiap daerah yang hendak meminang menjadi tuan rumah PON.

Teman Pengurus tersebut menuntaskan proposal itu segera. Apalagi ketika Gubernur Sulsel sebelumnya, KONI Sulsel juga pernah membuat proposal serupa untuk membidik tuan rumah PON XX yang kemudian digaet dan diberikan kepada Papua karena alasan politis.

Suatu hari, teman pengurus itu bersama Kadispora membawa proposal tersebut kepada ‘beliau’. Namun teman pengurus KONI Sulsel tak ikut bertemu ‘beliau’ dan menunggu di ruang lain.

“Kita lupakan mi jadi tuan rumah,” kata Kadispora saat keluar dari ruangan beliau, seperti dikisahkan oleh teman pengurus itu.

Saya menduga, pikiran beliau berubah menjadi tuan rumah PON karena melihat ada syarat harus menyetor uang jaminan sebesar Rp 1 miliar, yang memang berlaku bagi setiap daerah yang serius menjadi tuan rumah. Sekarang, uang jaminan itu membengkak, menjadi Rp 7 miliar. Saat itu Sulsel lagi viral soal utang sekian miliar.

BACA JUGA:  Kapolres Pelabuhan Makassar Hadiri Rapat Koordinasi Lintas Sektoral Operasi Lilin 2024

Jika kita mau menjadi tuan rumah PON, yang perlu dipikirkan lebih dahulu adalah pembangunan stadion yang kelak menjadi lokasi pembukaan dan penutupan perhelatan olahraga empat tahunan ini. Semua juga maklum. Stadion Sudiang, Stadion Untia, dan Stadion Barombong yang disebut sahabat Bonay Syam, cukup membesarkan hati jika benar-benar terwujud.

Pengalaman, wacana pembangunan Stadion Mattoanging hanya buang-buang uang rakyat. Uang yang disediakan habis untuk desain arsitektur stadion yang kalau benar-benar terwujud, memang bisa membuat orang terbelalak mata melihatnya. Wacana pembangunan stadion tersebut telah berlalu. Lahan stadion sudah menjadi hutan yang kelak hanya menjadi tempat ular bersarang.

Pembangunan Stadion Sudiang terlanjur dan sempat menjadi komoditas politik. Presiden VII diberitakan akan melakukan “ground breaking” Stadion Sudiang saat lawatan terakhirnya. Ehh.. tiba-tiba batal tanpa sebab. Rakyat Sulsel tertipu. Saat Presiden Prabowo Subianto terpilih dan mengeluarkan kebijakan efisiensi, pembangunan Stadion Sudiang lenyap dari dari agenda Kementerian PUPR. Anehnya, kini muncul lagi. Mudah-mudahan benar-benar terwujud agar masyarakat Sulsel tidak terkecoh dua kali.

BACA JUGA:  Kapolres Bulukumba Panen Jagung Serentak di Kecamatan Gantarang

Soal tuan rumah satu PON (XXIII) ke depan, Sulsel sebaiknya mengubur mimpi dulu. Soalnya, Provinsi Banten dan Provinsi Lampung, sudah bersekutu menghelat PON XXIII. Keduanya sudah menekan nota kesepahaman dan kesepakatan. Tidak hanya itu, logo pun sudah tersebar dalam pemberitaan. Sulsel kalau masih berselera melamar menjadi tuan rumah boleh membidik PON XXIV/2036. Itu berarti sudah dua kali pergantian gubernur. Mudah-mudahan gubernurnya nanti memiliki minat memajukan olahraga daerah ini.