Komunikasi Sosial Jadi Senjata Utama Serma Abd Salam Jaga Kamtibmas Desa Timbuseng Gowa

Gowa, NusantaraInsight –. Di tengah kehidupan masyarakat Desa Timbuseng, Kecamatan Pattallassang, Kabupaten Gowa, nama Serma Abd Salam bukanlah sosok yang asing.

Bagi warga, Babinsa Desa Timbuseng itu bukan sekadar aparat TNI yang bertugas menjaga keamanan wilayah.

Ia telah menjadi bagian dari kehidupan masyarakat, hadir dalam berbagai aktivitas sosial, mulai dari gotong royong, pesta pernikahan, hingga melayat ketika ada warga yang berduka.

Prinsip hidup yang selalu dipegangnya sederhana, yakni bekerja dengan tulus dan ikhlas.

“Kalau ingin disenangi masyarakat, kuncinya kerja tulus dan ikhlas. Kita harus selalu hadir di tengah warga, baik saat suka maupun duka,” kata Abd Salam kepada media Kamis, 18 Juni 2026 di Kantor Desa Timbuseng Gowa.

Pria kelahiran Pakatto, 14 Agustus 1973 itu telah mengabdi sebagai Babinsa Desa Timbuseng selama kurang lebih tujuh tahun. Sebelum dipercaya menjalankan tugas pembinaan teritorial, ia lebih dulu bertugas di bidang intelijen Kodim.

Pengalaman tersebut menjadi modal berharga dalam membangun komunikasi dengan masyarakat yang menjadi wilayah binaannya.

BACA JUGA:  AKBP Dodik Pimpin Apel Kesiapan Pengamanan TPS

Desa Timbuseng sendiri memiliki jumlah penduduk sekitar 6.000 jiwa yang tersebar di enam dusun, yakni Parasoe, Koccikang, Balangpapa, Palemba, Tamalate, dan Bollangi.

Dalam menjalankan tugas, Abd Salam mengaku selalu mengedepankan komunikasi sosial sebagai sarana membangun kedekatan dengan warga.
Menurutnya, kedekatan tersebut sangat penting karena berbagai persoalan yang muncul di masyarakat dapat diketahui dan diselesaikan lebih cepat.

“Kalau kita dekat dengan masyarakat, informasi cepat kita dapat. Masalah sekecil apa pun bisa segera dicarikan solusi bersama,” ujarnya.

Tak hanya menjalin komunikasi dengan warga, Abd Salam juga aktif membangun sinergi dengan pemerintah desa, unsur Tripides, tokoh masyarakat, pemuda, serta para kepala dusun.

Kolaborasi tersebut menurutnya menjadi kekuatan utama dalam menjaga stabilitas keamanan dan ketertiban masyarakat di desa.

Salah satu persoalan sosial yang menjadi perhatian serius Abd Salam adalah kebiasaan mengonsumsi ballo atau minuman hasil fermentasi nira lontar yang masih ditemukan di beberapa wilayah.

Ia menilai, kebiasaan tersebut kerap menjadi pemicu berbagai tindak kriminal maupun gangguan keamanan.

BACA JUGA:  Dirresnarkoba Polda Sulsel Anev Pengungkapan Narkoba 2022-2023

“Awalnya hanya minum bersama, tetapi sering berujung pada perkelahian, pencurian, dan gangguan keamanan lainnya,” ungkapnya.

Karena itu, ia terus melakukan pendekatan persuasif kepada masyarakat, khususnya di wilayah yang dianggap rawan terhadap pengaruh minuman keras.