Sport  

Ady Setiawan Tutup Masa Lajang

Ady Setiawan dan Anissa Cantika, S.E. M.E.
Kedua mempelai, Ady Setiawan dan Anissa Cantika, S.E. M.E.

Dr.H.M.Bukhari Muslim, SQ, M.M.,kembali memimpin pembacaan doa dan kalam Ilahi membuka resepsi yang berlangsung dalam acara “standing party”.

M.Dahlan Abubakar mewakili pihak mempelai perempuan menyampaikan terima kasih dan penghargaan atas kehadiran seluruh undangan memberikan doa restu atas pernikahan Ady-Anis.

Wartawan senior Sulsel dan Tokoh Pers versi Dewan Pers ini juga menguraikan awal perjalanan karier Ady di Makassar disertai suara terisak karena membayangkan jasa-jasa Kusnadi Kamaluddin, pelatih Ady yang tidak sempat menyaksikan anak asuhannya menjadi seorang pemain professional.

“Suatu sore saya ke lapangan Karebosi, menyambangi lapangan bagian timur, tempat para pemain Beringin Putra berlatih. Saat berdiri di pinggir lapangan, Kusnadi Kamaluddin berteriak ..”senioooor…”. Ia kemudian mendatangi saya dan bertanya, apa gerangan hingga tumben muncul sore-sore di lapangan Karebosi. Saya pun menjelaskan, “Kus, tolong lihat ponakan saya,” kata saya sambil menunjuk Ady yang mengenakan kaos biru tengah berlatih di lapangan.

“Yang mana, Senior?,” Kusnadi balik bertanya. “Itu yang tinggi dan berbaju biru,” Dahlan menjelaskan pada resepsi yang dihadiri pelatih Persebi dan Latief, orang tua Rangga Muslim yang kini merumput di Dewa United bersama Ady Setiawan.

BACA JUGA:  Prediksi Line Up Prancis vs Maroko

“Oh..Ady….. Saya akan berhenti menjadi pelatih jika Ady tidak menjadi pemain hebat,” janji Kusnadi Kamaluddin yang meninggal tahun 2014 dan tidak sempat menyaksikan Ady menjadi seorang pemain bola profesional.

Dahlan juga menjelaskan, pernikahan Ady-Anis, merupakan perhelatan pertama yang penting dan langka. Langka karena selama ini belum pernah terjadi seorang pemain bola profesional sekelas Ady yang pernah merumput bersama tim nasional berlangsung di Kabupaten Bima dan bahkan Nusa Tenggara Barat (NTB).

Pernikahan ini menjadi penting karena dapat memotivasi lahirnya Ady Setiawan-Ady Setiawan baru dari Kecamatan Parado dan Kabupaten/Kota Bima pada umumnya.

Ady dan Anis merupakan teman lama sejak duduk di sekolah dasar. Setamat SMA, Ady ke Makassar mengawali kariernya sebagai pemain bola profesional setelah pertama memperkuat Tim Pekan Olahraga Daerah (Porda) Kota Makassar pada Porda XVI di Bantaeng tahun 2014 dan keluar sebagai juara II setelah takluk atas tuan rumah Bantaeng yang diperkuat Ilham Jaya yang kemudian merumput bersama Persebaya.

Setelah memperkuat tim Porda Kota Makassar, Ady direkrut sebagai tim PON XIX/2016 Sulawesi Selatan. Ady dan kawan-kawannya berhasil membawa Sulsel tampil di final PON XIX/2016 menghadapi tuan rumah Jawa Barat.

BACA JUGA:  UFC 302: Hadapi Dustin Poirier, Islam Makhachev Penerus Legasi Khabib

Pada adu penalti, setelah pertandingan berakhir imbang, Sulsel taluk atas Jawa Barat, dalam drama adu penalti yang dirusak oleh kiriman sinar laser ke arah mata penjaga Sulsel, Saiful, yang biasa disebut Saifulderman (dari spiderman).
Sukses Tim PON XIX Sulsel yang dilatih Syamsuddin Umar tersebut merupakan sejarah baru bagi Sulawesi Selatan dalam kurun waktu 56 tahun mencapai final.

Pada tahun 1961, Sulsel berhasil menjuarai PON di Bandung setelah mengalahkan tim tuan rumah Jawa Barat.

Tim PON Sulsel tahun 2016 ini berisikan pemain-pemain bintang di antaranya Asnawi Mangkualam Bahar yang kemudian memperkuat satu klub professional di Korea Selatan dan kini hengkang ke Thailand. Beberapa pemain lainnya memperkuat sejumlah klub liga I Indonesia.

Akan halnya Anis, setelah menyelesaikan Pendidikan SMA, dia melanjutkan Pendidikan ke Universitas Islam Negeri (UIN) Malik Ibrahim Malang dan meraih gelar S-1 dan S-2. Kini, Anis mengabdikan diri sebagai staf pengajar di Universitas Muhammadiyah Mataram.