“Kami mengapresiasi pertunjukan Malam Assinrilik ini sebagai cara merawat seni tradisi. Terima kasih sudah mengundang kami,” ujar Asmin Amin yang dikenal sebagai budayawan dan tokoh aktivis NGO.
Sebelum acara dimulai, tetamu dijamu makan ikan nila yang dibudidayakan di sekitar area sanggar oleh Indar Jaya.
Kegiatan ini juga memberikan dampak ekonomi bagi para pedagang kecil. Mereka disediakan tempat di bagian luar untuk berjualan, seperti terang bulan, kacang dan jagung rebus, serta jajanan lainnya.
“Kami berharap, Kecamatan Bajeng di Kabupaten Gowa ini, dikenal lewat karya-karya seni yang nanti dikunjungi. Mungkin saat ini kami buat event, event, dan event. Namun arahnya kelak akan hadir ekosistem agrobudaya yang coba kami rintis di sini,” terang Indar Jaya tentang cita-citanya. (*)












