Di akhir kultumnya, Asnawin mengatakan, kita boleh berbeda pendapat, termasuk tentang hukum peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW, tetapi perbedaan pendapat itu jangan membuat kita berselisih atau bermusuhan.
“Kalau kita berbeda pendapat, tidak ada masalah, kita tetap makan dan minum bersama sebagaimana yang ditunjukkan oleh Imam Malik dan Imam Syafi’i,” kata Asnawin.












