Menjelang akhir diskusi, suasana menjadi lebih hening-bukan karena sepi, tetapi karena setiap orang larut dalam perenungan. Apa yang disampaikan bukan sebatas gagasan, tetapi panggilan untuk bergerak.
Milad ke-24 PKS di Sulawesi Selatan akhirnya menemukan maknanya yang paling dalam yakni bahwa membangun bangsa tidak cukup dengan strategi, tetapi harus ditopang oleh nilai. Dan nilai itu telah lama hidup dalam kearifan lokal masyarakatnya.
Dari Makassar, sebuah pesan sederhana namun kuat mengalir yakni jika sipakatau menjadi nafas, sipakalebbi menjadi sikap, dan sipakainga menjadi pengingat, maka ketahanan Indonesia bukan lagi sebatas cita-cita – melainkan keniscayaan yang sedang dibangun bersama.
By : Bang Maman redaktur khusus NusantaraInsight.com













