“Mesin partai harus bekerja sejak sekarang. Konsolidasi tidak boleh hanya dilakukan menjelang pemilu. Seluruh pengurus harus hadir dan bekerja di tengah masyarakat,” tegas Kepala SMA Ki Hajar Dewantara Makassar tersebut.
Latif Hasan bukan sosok baru dalam aktivitas politik PKB di Kota Makassar. Ia pernah menjadi calon anggota legislatif dari Daerah Pemilihan Makassar III pada Pemilu 1999 dan aktif membesarkan PKB melalui kepengurusan di Kecamatan Bontoala.
Ia menegaskan, pencapaian target 10 kursi tidak dapat dilakukan hanya dengan mengandalkan popularitas tokoh atau kerja menjelang pemilu. PKB harus memperkuat hubungan dengan masyarakat melalui program pendidikan, kesehatan, sosial, dan pemberdayaan ekonomi.
Program tersebut mulai dijalankan Ketua DPC PKB Kota Makassar Fauzi Andi Wawo melalui pendataan kader dan keluarga binaan PKB.
Pendataan itu akan menjadi dasar pelaksanaan program pendampingan pendidikan, pelayanan kesehatan, bantuan sosial, serta pengembangan ekonomi masyarakat.
PKB Kota Makassar juga akan mendorong pengembangan konsep Kampung PKB berbasis urban farming. Program tersebut mengintegrasikan budidaya ayam petelur, perikanan, pertanian perkotaan, dan pengolahan kompos dalam satu kawasan pemberdayaan.
Selain itu, PKB terus menjalankan program ambulans gratis, bantuan kepada Taman Pendidikan Al-Qur’an, penyediaan mushaf Al-Qur’an dan Iqra, serta bantuan sarana kegiatan masyarakat.
Menurut Latif Hasan, program nyata yang menyentuh kebutuhan masyarakat menjadi bagian penting dalam membangun kepercayaan publik kepada partai politik.
“Partai politik harus hadir memberikan solusi terhadap masalah pemerintahan dan persoalan yang dihadapi masyarakat. Kerja politik tidak cukup hanya dilakukan dalam bentuk kampanye, tetapi harus diwujudkan melalui pelayanan dan pemberdayaan masyarakat,” katanya.
Dengan kepengurusan baru periode 2026–2031, Latif Hasan optimistis PKB Kota Makassar mampu memperluas basis dukungan dan mengulang keberhasilan Pemilu 2024 dengan pencapaian yang lebih besar pada Pemilu 2029.
“Lima kursi adalah modal awal. Dengan kerja keras seluruh pengurus, kader, simpatisan, dan anggota legislatif, kami optimistis target 10 kursi dapat diwujudkan,” tutup Abdul Latif Hasan.


br
br
br






br
br






br