Efektivitas dinilai dari perkembangan infeksi dan perbaikan jaringan. Tim juga melakukan pemeriksaan histopatologi untuk mengamati perubahan struktur jaringan, seperti:
Infiltrasi sel inflamasi
Nekrosis
Re-epitelisasi
Pembentukan jaringan granulasi
Pembentukan jaringan ikat
Pada kondisi infeksi berat, gambaran histopatologi biasanya menunjukkan infiltrasi inflamasi tinggi dan nekrosis. Sementara tanda penyembuhan terlihat dari re-epitelisasi dan perbaikan struktur jaringan.
Siapa di Balik Inovasi Ini?
Penelitian ini dikembangkan oleh Tim PKM-RE Universitas Hasanuddin sebagai bagian dari delegasi Kampus Merah Unhas, dengan anggota:
Buyung Rachmat Toar
Muh. Aidil Arfianyah.Ar
Hilannur Minal Qurani Alam
Mustika Darwis
Zahratul Rifana Bombing
Penelitian didampingi oleh Apt. Afdil Viqar Viqhi, S.Si., M.Si. Kolaborasi mahasiswa–dosen ini menggabungkan keahlian di bidang bakteriofag, teknologi penghantaran obat, farmasi, dan terapi infeksi.
Kapan dan Di Mana Penelitian Dilaksanakan?
Kegiatan ini dilaksanakan dalam rangkaian PKM-RE tahun 2026 di lingkungan Universitas Hasanuddin, Makassar. Tahapan penelitian mencakup pengembangan formulasi, karakterisasi sediaan, pengujian terhadap MRSA, aplikasi pada model luka terinfeksi, hingga evaluasi histopatologi.
Harapan Tim
Tim PKM-RE Unhas berharap inovasi ini dapat menjadi salah satu strategi baru dalam menghadapi resistensi antibiotik, khususnya pada infeksi MRSA di kulit dan jaringan lunak. Smart Bacteriophage-Liposomal terintegrasi pH-Sensitive Hydrogel dirancang bukan hanya untuk membantu mengendalikan infeksi, tetapi juga mendukung proses perbaikan jaringan yang rusak akibat infeksi.
Bagi Kampus Merah Unhas, riset ini merupakan bentuk kontribusi nyata mahasiswa dalam menghadirkan solusi berbasis ilmu pengetahuan untuk tantangan kesehatan, terutama dalam isu resistensi antimikroba yang semakin mendesak.

br
br






br





