“Kami ingin menampilkan karya seni yang bukan hanya menarik secara teknis, tetapi juga membawa ciri khas budaya daerah,” ujarnya.
Dalam rapat tersebut, para peserta juga menyampaikan sejumlah kendala, mulai dari jadwal latihan yang berbenturan dengan jam mengajar hingga keterbatasan sarana pendukung. Pengurus PGRI memastikan berbagai kebutuhan atlet dan peserta akan terus diupayakan agar mereka dapat tampil optimal di Sidrap.
Porsenijar Sulsel 2026 diharapkan menjadi ajang mempererat silaturahmi antaranggota PGRI se-Sulawesi Selatan sekaligus menjadi momentum peningkatan prestasi guru dalam bidang olahraga, seni, dan inovasi pembelajaran.













