Ketat! Lomba Paduan Suara Porsenijar, Tana Toraja Raih Medali Emas

Sidrap, NusantaraInsight — Kontingen PGRI Tana Toraja meraih medali emas pada Lomba Paduan Suara Porsenijar PGRI Sulawesi Selatan 2026 di Kabupaten Sidrap.

Lomba paduan suara tersebut berlangsung di Gedung Pertemuan Saromase, kompleks kantor dinas Kabupaten Sidrap, Jumat (3/7/2026).

Suasana lomba berlangsung ramai dan padat. Para peserta dari kontingen PGRI kabupaten dan kota se-Sulawesi Selatan hadir memberikan dukungan kepada wakil daerah masing-masing.

Lomba dimulai sejak pagi hingga menjelang magrib. Persaingan antarkontingen berlangsung ketat karena setiap peserta tampil maksimal membawakan lagu yang telah disiapkan.

Berdasarkan hasil penilaian dewan juri, medali emas diraih kontingen PGRI Tana Toraja. Medali perak tercatat diraih kontingen PGRI Toraja Utara sementara medali perunggu diraih kontingen PGRI Kota Palopo.

Koordinator Seni Porsenijar PGRI Sulsel 2026, Yosia Timbonga, SS, mengatakan sejumlah mata lomba seni lainnya juga masih berlangsung dan akan menentukan pemenang pada hari yang sama.

Menurut Yosia, beberapa cabang seni yang diperlombakan pada Jumat antara lain lomba mendongeng dan melukis. Lomba mendongeng digelar mulai pukul 08.00 hingga 18.00 WITA di Gedung Mogan, sedangkan lomba melukis dimulai pukul 08.00 WITA hingga selesai.

BACA JUGA:  Hastuti Guru SLBN 1 Pinrang, Raih Emas Pertama untuk PGRI Pinrang di Porsenijar PGRI Sulsel di Sidrap 

Memasuki malam hari, suasana kompetisi seni berlanjut melalui Lomba Tari Kreasi yang dimulai pukul 19.00 WITA di Pelataran Masjid Agung Sidrap. Selain itu, Lomba Stand Up Comedy juga digelar mulai pukul 19.30 WITA di Gedung Mogan.

Sementara pada Sabtu (4/7/2026), panitia menjadwalkan Lomba Pengucapan Ikrar Guru mulai pukul 08.00 WITA hingga selesai di Gedung Perpustakaan Daerah Sidrap.

Pada malam harinya, dua cabang seni kembali diperlombakan, yakni Tari Tunggal yang berlangsung mulai pukul 19.00 WITA di Pelataran Masjid Agung Sidrap dan Lomba Nyanyi Solo Putri yang digelar pada waktu yang sama di Gedung Mogan.

Yosia mengatakan, seluruh cabang seni pada Porsenijar PGRI Sulsel 2026 menjadi ruang bagi para guru untuk menampilkan kreativitas, bakat, dan ekspresi seni di luar aktivitas utama mereka sebagai pendidik.

“Porsenijar bukan hanya ajang kompetisi, tetapi juga menjadi ruang silaturahmi, mempererat persaudaraan antarguru, sekaligus memberikan kesempatan kepada para peserta untuk menunjukkan potensi seni yang dimiliki,” kata Yosia.

Porsenijar PGRI Sulsel 2026 diikuti ribuan guru dari seluruh kabupaten dan kota di Sulawesi Selatan. Selain cabang olahraga dan pembelajaran, cabang seni menjadi salah satu agenda yang selalu menarik perhatian peserta maupun masyarakat.