Sosok Si Abang Kumis Nursalam, Orang Bugis Toraja yang Ikut Nahkodai Rumah Besar Guru

Abang Kumis terangkat jadi guru pada 1989 di SMPN 1 Kalaena kiri, selanjutnya menjadi Kepala SMPN 1 Kalaena kiri 2005/ 2006.

Dari Kalaena Kiri, ia bergeser ke Kota Kecamatan menjadi Kepala SMPN 1 Mangkutana 2006 s/d 2015. Selanjutnya menjadi Kepala SMAN 8 Luwu timur (Tomoni) 2015 / 2017.

Ia kemudian bergeser ke timur dengan menjadi Kepala SMAN 5 Luwu Timur (Wasuponda) 2017/2019. Lalu kembali ke Mangkutana menjadi Kepala SMAN 4 Luwu Timur (Mangkutana) 2019/2023, kemudian menjadi Kepala SMAN 9 Luwu Timur dari Juni hingga Agustus 2024. Saat ini, dirinya menjabat sebagai Kepala SMAN 2 Luwu Timur sejak 23 Agustus 2024 hingga sekarang.

Menarik itu dibahas, Nursalam atau Abang Kumis menjadi satu-satunya guru aktif yang menjadi wakil ketua yang terpilih pada Konferensi PGRI, di tengah akademisi dan birokrasi yang terpilih.

Abang Kumis menyampaikan bahwa ia mengembang amanah dan harapan besar para guru di sulsel melalui organisasi Profesi PGRI.

Dia sangat berharap dan bersama para pimpinan yang dikomandoi Ketua PGRI Sulsel Prof Hasnawi Haris agar di periode mereka, dapat terbangun gedung Sekretariat PGRI Sulsel yang representatif dan layak.

BACA JUGA:  Tim Polisi Cilik SDN Percontohan PAM Raih Juara I Lomba Polisi Cilik Tingkat Polda Sulsel

“Karena sampai saat ini, PGRI masih menumpang pada gedung tua milik pemerintah yang sudah sangat tidak layak ditempati sebagai sekretariat organisasi yang anggotanya kurang lebih 75 ribu orang di 24 kabupaten kota dan sangat membutuhkan konsolidasi para anggotanya, ucapnya, Minggu (8/12/2024).

“Kedua, kami akan mengawal saran dan program mandatori PB PGRI dan program yang dilahirkan pada konferensi ini melalui sidang pleno komisi. Seperti, perlindungan guru secara maksimal dalam bekerja dan kami harus turun ke lapangan. Kemudian masalah kesejahteraan dalam arti luas untuk para guru, termasuk honorer serta tentunya beberapa program pada periode lalu yang tidak terlaksana,” ulas Abang Kumis lagi.

“Sebagai pengurus yang dipilih dan diberi kepercayaan oleh para guru anggota PGRI se-Sulsel, saya mengajak kepada pengurus untuk wajib menjalankan amanah ini dengan sungguh-sungguh, ikhlas dan kompak,” tambahnya.

“Mari bersama tetap menjaga rumah besar PGRI. PGRI Sulsel tidak boleh lagi jalan ditempat, harus ada perubahan yang monumental dari semua sisi. Sebagai pengurus terpilih, tentu amanah ini sangatlah sarat dengan harapan para anggota, tetapi semua itu Insya Allah akan berjalan dengan baik bila semua anggota dan pengurus di semua tingkatan taat pada AD ART PGRI, termasuk kesadaran disiplin membayar iuran sebagai denyut jantung organisasi,” tambahnya.

BACA JUGA:  Silatnas ke-6 ADPERTISI Ditandai PKM Nasional, Rencana di Kabupaten Ini

“Yang terakhir, saya sangat berharap saat tim formatur duduk bersama menyusun kelengkapan struktur biro pada kepengurusan, harus berpedoman pada AD ART, serta mempunyai kemampuan pada biro yang bersangkutan. Bukan hanya numpang nama tapi tidak punya kontribusi kerja dan pemikiran yg bermanfaat bagi organisasi ini. Mari kita bangga menjadi anggota PGRI. Mari kita jaga rumah besar guru. Hidup PGRI !,” pungkasnya.

Makassar, 8 Desember 2024
Note:
Proses wawancara dengan Abang Kumis Nursalam dengan penulis saat berkendara kembali ke Luwu Timur.