“Sebagai peristiwa kesenian, tentu hal ini harus tetap dirawat di tengah arus deras perubahan (sebagai penyambung peradaban, red). Revitalisasi Taman Budaya dan tentu saja kolaborasi antar seniman menjadi begitu penting dalam mengedepankan kearifan lokal,” tutup Agus K Saputra.
The Last Pepadu Karya Agus K Saputra Menarik Perhatian Kongso Sukoco
Baca Juga
br
br
Rekomendasi untuk kamu

Ia menggenggam ujung selendangnya. Berbisik pelan, agar tak ada yang dengar: _”Ayah… Ibu… maafkan Wiah ya. Wiah. rindu. Rindu sekali.”_br Tapi bisikan itu hilang. Dimakan jarak. Dimakan waktu. Dimakan rindu…

Semalam aku baca buku Bang Maman lagi. Malam makin larut. Dingin. Sepi. Dan tiba-tiba… mantra Ibu hidup lagi di kepalaku. Aku bangun. Wudhu. Lalu sujud. Lama. Sampai sajadah basah.br _“Ya…

Makassar, NusantaraInsight — Buku Ketika Kata Menjadi Mantra karya Rahman Rumaday dibincangkan pada, Sabtu (18/7/2026) di Sunachi Claro Hotel. Buku setebal 81 halaman isi dan 32 halaman pembuka, kata pengantar…

Acara diakhiri dengan pemberian plakat atau cinderamata dari penulis kepada dua narasumber. Pemberian hadiah kepada peserta yang aktif dalam sesi tanya jawab, penandatanganan buku dan sesi foto bersama kemudian pembacaan…

Puisi: Pulo Lasman Simanjuntak TENSI DARAH tensi darah, naik turun disuntik musim kemarau diukur sepasang tangan pengantin lansia tetap setia (sebelumnya mereka rindu masuk dalam tabung air raksa meledak kecemasan…


br
br







br