Tallo Merupakan Spot Peradaban di Sulawesi Selatan

Dalam pemaparannya, Fadli mengatakan bahwa Pemkot Makassar telah menyediakan anggaran dan melakukan berbagai kegiatan terkait kebudayaan. Untuk menjadi kampung budaya, perlu edukasi ke warga dan pemangku kepentingan lain, ada dukungan infrastruktur. Juga perlu promosi dan pemasaran, serta kolaborasi dengan media.

Dikatakan Pemkot Makassar menaruh perhatian besar terhadap kebudayaan. Bisa dilihat pada nomenklatur Dinas Kebudayaan yang berdiri sendiri dan penetapan Hari Kebudayaan 1 April. Juga ada penulisan dan penerbitan buku, kegiatan museum keliling, dan pembuatan film Marege.

Kegiatan even budaya, menurut Fadli, perlu diadakan karena akan memberi dampak ekonomi terhadap masyarakat. Akan menambah penghasilan warga, membuka lahan pekerjaan, dan tumbuhnya ekonomi kreatif. Selain itu juga berdampak pada pemberdayaan komunitas seni budaya dan penguatan identitas lokal,

Muhlis Hadrawi mengusulkan perlu membuat suatu even besar di Tallo. Bila perlu menghidupkan kembali Benteng Tallo seperti Fort Rotterdam. Namun, membangun Tallo, tegasnya, bukan cuma merawat sejarah dan mengembangkan kegiatan budayanya tapi lebih penting dari itu adalah membangun manusianya juga. (*)

BACA JUGA:  Bija La Patau Matanna Tikka Berkumpul di Manipi, Teguhkan Silaturahmi dan Warisan Budaya