Pemberontakan di Masjidil Haram

Pemberontakan di Masjidil Haram

Pernah tersiar bahwa pasukan Amerika dan asing lainnya ikut membantu Arab Saudi memberantas pemberontakan tersebut. Tetapi di dalam buku ini saya menemukan hanya tiga perwira intelijen Perancis yang ikut merancang dan mengatur pemadaman pemberontakan itu dari Thaif, sebuah kota di luar kota Mekkah. Mereka tidak diperkenankan masuk Kota Mekkah, karena kota suci itu wilayah haram bagi mereka yang nonmuslim. Buku ini menarik dibaca, sebab mengungkap ’sejarah yang tak terkuak’ selama ini.

“Akhirnya, buku ini memerlukan waktu satu tahun dan hampir seratus ribu mil perjalanan udara dari awal hingga, bahkan demi wawancara terakhir,saya meluncur melewati Atlantik untuk bisa bertemu dengan mantan Kepala Intelijen Saudi, hanya beberapa hari sebelum ‘deadline’ terakhir,” tulis Yaroslav Trofimov di pengantar bukunya.

Yaroslav Trofimov adalah seorang wartawan dan penulis. Ia adalah seorang koresponden untuk “The Wall Street Journal” dan telah menulis beberapa buku tentang sejarah dan politik. Salah satu bukunya yang terkenal adalah “The Siege of Mecca: The 1979 Uprising at Islam’s Holiest Shrine”.(Pengepungan Mekah: Pemberontakan 1979 di Tempat Suci Islam yang Paling Suci), yang sebagian kecil isinya telah Anda baca ini. (MDA).

BACA JUGA:  Program Fasilitasi Pemajuan Kebudayaan Bakal Mengadakan Workshop Tur Sejarah Tallo