Ia menjelaskan bahwa Program Sekolah Peduli merupakan bagian dari penguatan pendidikan karakter yang terus dikembangkan di SD Negeri Rappokalling 67/1. Melalui program tersebut, peserta didik tidak hanya diajak memahami arti kepedulian melalui teori, tetapi juga dibimbing untuk mempraktikkan nilai empati, solidaritas, dan gotong royong secara langsung sehingga menjadi kebiasaan yang melekat dalam kehidupan mereka.
“Tujuan utama program ini adalah menanamkan nilai-nilai kepedulian, jiwa sosial, dan rasa empati sejak dini kepada para peserta didik. Kami ingin anak-anak belajar bahwa kebahagiaan terbesar hadir ketika kita mampu merangkul dan meringankan beban sesama yang sedang mengalami kesulitan,” jelasnya.
Muhammad Amir berharap bantuan yang disalurkan dapat memberikan manfaat nyata bagi para penyintas sekaligus menjadi penyemangat agar mereka tetap tegar menghadapi cobaan. Ia juga berharap kepedulian yang ditunjukkan warga sekolah dapat menginspirasi lebih banyak pihak untuk bersama-sama menguatkan masyarakat yang sedang mengalami musibah, karena setiap uluran tangan memiliki arti besar bagi mereka yang sedang berjuang bangkit.
Aksi kemanusiaan yang dilakukan SD Negeri Rappokalling 67/1 menunjukkan bahwa pendidikan karakter akan memberikan dampak yang lebih kuat ketika diwujudkan melalui pengalaman nyata. Kepedulian yang ditanamkan sejak bangku sekolah diharapkan tumbuh menjadi budaya yang terus mengakar dalam kehidupan generasi muda Indonesia, melahirkan pribadi-pribadi yang tidak hanya cerdas secara intelektual, tetapi juga memiliki empati, kepedulian sosial, dan semangat gotong royong sebagai kekuatan membangun bangsa. (*Rz)


br
br
br






br
br






br