Raker Unismuh 2026: 75 Prodi Dibenahi, Fokus ke Teaching University

*75 Prodi, Fokus Bergeser ke Penguatan Mutu*

Perubahan arah tersebut juga terlihat dari kebijakan pengembangan program studi.

Saat ini Unismuh telah memiliki 75 program studi. Rakhim menilai jumlah itu telah membuat Unismuh tumbuh menjadi perguruan tinggi yang besar secara kuantitatif. Konsekuensinya, atmosfer akademik dan sistem penjaminan mutu harus diperkuat agar besarnya jumlah prodi tidak berubah menjadi beban institusi.

“Kalau tidak dibangun secara selaras, maka 75 prodi ini akan menjadi beban yang sangat berat,” ujarnya.

Karena itu, Rektor menegaskan bahwa mulai Agustus 2028 Unismuh tidak lagi berorientasi menambah program studi baru. Proposal prodi yang saat ini masih berproses akan dituntaskan, setelah itu fokus diarahkan pada pembenahan dan penguatan program studi yang telah dimiliki.

“Kita benahi dulu yang kita sudah miliki,” tegasnya.

Setiap prodi diminta menentukan skala prioritas masing-masing. Hasilnya akan menjadi dasar rasionalisasi program dan penganggaran di tingkat universitas.

Rakhim menyebut 81,32 persen program studi Unismuh saat ini telah berada pada rentang akreditasi Baik hingga Unggul. Masih terdapat 14 program studi atau sekitar 18,68 persen yang membutuhkan pendampingan lebih intensif, khususnya bagi prodi baru yang masih terakreditasi minimal.

BACA JUGA:  UNIPOL Makin Bersinar, Teknik Informatika Raih Akreditasi Unggul

Unismuh menargetkan ketika memasuki proses akreditasi institusi pada 2029, prodi-prodi tersebut minimal telah mencapai peringkat Baik Sekali.

Dari sisi internasionalisasi, Rektor menyebut Unismuh telah membangun kerja sama dengan mitra di 33 negara. Ia meminta kerja sama tersebut terus dipelihara, bukan berhenti pada penandatanganan nota kesepahaman, melainkan menghasilkan kegiatan yang berjalan secara berkelanjutan.

*BPH Siapkan Empat Pilar Infrastruktur*

Jika Rektor menekankan transformasi akademik dan kelembagaan, Ketua BPH Unismuh Makassar Prof Gagaring Pagalung menempatkan sarana dan prasarana sebagai ekosistem pendukung transformasi tersebut.

Ia menggariskan empat arah pengembangan infrastruktur Unismuh.

Pertama, digital and smart infrastructure, antara lain melalui modernisasi ruang kuliah interaktif, pemanfaatan teknologi untuk efisiensi energi, serta sistem pengelolaan aset secara digital.

Kedua, Green Campus and Sustainable Campus, melalui pengembangan ruang terbuka hijau, pengelolaan air dan energi, serta fasilitas yang ramah lingkungan.

Ketiga, Integrated Academic and Research Facilities, terutama melalui penguatan laboratorium terpadu, pusat riset, dan co-working space yang memungkinkan interaksi akademik lintas fakultas.