Puluhan Siswa/Mahasiswa Ikuti Workshop Menulis Berita/Artikel Sejarah Budaya Tana Luwu

NusantaraInsight, Palopo – Sebanyak 50 peserta yang terdiri dari Siswa dan Mahasiswa se-Kota Palopo mengikuti Workshop Menulis Berita/Artikel Literasi “Sejarah Budaya Tana Luwu” pada Sabtu, 12 Oktober 2024. Kegiatan ini dilaksanakan di Warkop Kampung Pisang (Kampis) yang dilaksanakan Komunitas Arung Sejarah Budaya Sawerigadig atau Komunitas Sawerigading.

Kegiatan bertema, “Penguatan Literasi Sejarah Budaya Generasi Muda Tana Luwu Menuju Indonesia Emas 2045,” ini dilaksanakan berkat bantuan Badan Pembinaan dan Pengembangan Bahasa Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset dan Teknologi.

Salah satu tujuannya yakni sebagai upaya menumbuhkan kecintaan dan meningkatkan pemahaman generasi muda terkait sejarah dan nilai-nilai budaya, khususnya yang ada di Tana Luwu.

Pada kegiatan ini, selain diisi pengantar dari Ketua Komunitas Sawerigading, Idwar Anwar, juga pemberian materi oleh Ikhwan Ibrahim yang merupakan wartawan senior Palopo Pos yang merupakan media tertua di Tana Luwu.

Untuk lebih menguatkan maksud dan tujuan kegiatan ini, peserta juga melakukan praktik langsung untuk menulis berita sejarah budaya Tana Luwu.

BACA JUGA:  UNIFA dan Program Profesi Insinyur UNHAS Rancang Kerjasama Branding Double Degree

Dalam pengantarnya, Idwar mengungkapkan, melalui kegiatan ini, generasi muda diharapkan dapat mengeksplorasi khazanah sejarah budaya Tana Luwu, menuliskan dan menyebarkannya, khususnya melalui Media Digital.

Dengan begitu, khazanah sejarah budaya Tana Luwu dapat terekspos hingga ke seluruh dunia dan dapat dinikmati masyarakat Dunia.

Penulis novel La Galigo ini menjelaskan, tujuan lain kegiatan ini untuk memberikan pemahaman kepada generasi muda akan pentingnya membangun dan meningkatkan kemampuan literasi dalam membangun bangsa berbasis sejarah dan nilai-nilai budaya lokal menuju Indonesia Emas 2045.

“Termasuk juga memperkenalkan generasi muda akan khazanah sejarah budaya sebagai kekuatan masa lalu untuk kekinian dan masa depan. Mendekatkan generasi muda dengan khazanah sejarah budaya Tana Luwu dengan menuliskannya dalam berbagai bentuk tulisan, baik berita, artikel maupun karya fiksi.”

Yang terpenting juga, ungkap Idwar, kegiatan ini dapat menumbuhkan/membangkitkan imajinasi dan kreativitas generasi muda dalam mengembangkan, menyebarluarkan dan memanfaatkan literasi sejarah budaya sebagai penguat karakter bangsa dan membangkitkan ekonomi kreatif untuk meningkatkan kesejahteraan menuju Indonesia Emas 2045.

BACA JUGA:  Haedar Nashir Dapat Hadiah Buku Pappaseng ri Elongpugi

Sebagai Ketua Komunitas Sawerigading, Idwar mengharapkan kegiatan yang dilakukan ini bermanfaat, sehingga generasi muda mampu memahami akan pentingnya membangun dan meningkatkan kemampuan literasi dalam membangun bangsa berbasis sejarah dan nilai-nilai budaya lokal menuju Indonesia Emas 2045.

Dengan demikian, generasi muda memahami khazanah sejarah budaya, khususnya Tana Luwu, yang dapat menjadi kekuatan masa lalu untuk kekinian dan masa depan.

“Kesadaran, kecintaan dan kepedulian generasi muda terhadap sejarah budaya diharapkan akan tumbuh dan semakin kuat, melalui penulisan ulang dalam berbagai bentuk tulisan, baik berita, artikel maupun karya fiksi. Hal ini akan memunculkan ide-ide kreatif dalam dalam mengembangkan, menyebarluaskan dan memanfaatkan literasi sejarah budaya sebagai penguat karakter bangsa dan membangkitkan ekonomi kreatif untuk meningkatkan kesejahteraan menuju Indonesia Emas 2045,” pungkas Idwar yang selama ini dikenal sebagai pionir dalam pengembangan literasi sejarah budaya di Sulawesi Selatan.