Perguruan tinggi dapat mempertimbangkan penataan, penggabungan, atau penutupan program studi sesuai ketentuan apabila program tersebut tidak lagi menunjukkan perkembangan yang memadai.
Ia juga mengingatkan agar pembukaan program studi baru tidak dilakukan tanpa perencanaan dan kajian kebutuhan yang matang.
Dalam konteks Universitas Patompo, Budu berharap pengembangan akademik terus diarahkan pada program pendidikan yang relevan dengan perkembangan teknologi dan kebutuhan masyarakat.
Universitas Patompo saat ini menyelenggarakan 11 program studi, terdiri atas sembilan program sarjana dan dua program magister.
LLDIKTI diminta memperkuat pelayanan
Selain menyampaikan pesan kepada perguruan tinggi swasta, Budu juga menegaskan pentingnya peningkatan kualitas pelayanan di lingkungan LLDIKTI Wilayah IX.
Ia menjelaskan bahwa LLDIKTI merupakan perpanjangan tangan kementerian yang membidangi pendidikan tinggi di daerah.
Karena itu, lembaga tersebut harus mampu memberikan pelayanan yang maksimal kepada perguruan tinggi dan para pemangku kepentingan.
Budu secara khusus mengingatkan pegawai LLDIKTI IX agar memberikan pelayanan profesional dalam pengurusan jabatan fungsional dan sertifikasi dosen.
“Jangan urusan itu mati di kita, LLDIKTI,” kata Budu.
Menurutnya, pelayanan administrasi tidak boleh menjadi hambatan bagi dosen dan perguruan tinggi dalam mengembangkan kualitas akademik.
Ia berharap seluruh jajaran LLDIKTI IX memiliki komitmen untuk membantu penyelesaian berbagai kebutuhan perguruan tinggi secara tepat waktu dan sesuai ketentuan.
Dorong lulusan menjadi pencipta lapangan kerja
Dalam kesempatan tersebut, Budu juga menyampaikan pesan kepada 271 lulusan Universitas Patompo yang mengikuti prosesi wisuda.
Ia mengingatkan bahwa keberhasilan menyelesaikan pendidikan tinggi bukanlah akhir dari proses pembelajaran, melainkan awal untuk mengabdikan ilmu kepada masyarakat.
Para lulusan diminta menjaga nama baik almamater melalui integritas, prestasi, dan kontribusi nyata dalam kehidupan sosial maupun profesional.
Budu juga mendorong para alumni agar tidak hanya menggantungkan masa depan pada kesempatan memperoleh pekerjaan.
Menurutnya, lulusan perguruan tinggi perlu memiliki kreativitas dan kemandirian untuk membangun usaha serta menciptakan lapangan kerja.
Dengan demikian, pendidikan tinggi tidak hanya menghasilkan tenaga kerja terdidik, tetapi juga individu yang mampu membuka peluang ekonomi bagi masyarakat.
Ia berharap lulusan Universitas Patompo dapat mengembangkan usaha produktif, termasuk memberikan kesempatan kerja kepada orang lain dan sesama alumni.
Universitas Patompo wisuda 271 lulusan
Wisuda XXXI Universitas Patompo diikuti 271 lulusan dari jenjang sarjana dan magister.
Wakil Rektor I Universitas Patompo, Dr H Ahmad Hasyim, MSi, sebelumnya menjelaskan bahwa lulusan terbanyak berasal dari Fakultas Ekonomi, yakni 107 orang.
Selanjutnya, Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP) sebanyak 76 lulusan, Program Magister Pendidikan Ekonomi 75 lulusan, serta Fakultas Sains dan Teknologi sebanyak 13 lulusan.
Universitas Patompo dipimpin Rektor Dr H Muh Yunus, MPd, dan berada di bawah naungan Yayasan Pembangunan Indonesia Makassar.
Universitas ini terbentuk melalui penggabungan Institut Sains dan Teknologi Pembangunan Indonesia, STKIP Pembangunan Indonesia, serta STIE Pembangunan Indonesia berdasarkan Surat Keputusan Menteri Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi Nomor 422/E/O/2022 tertanggal 10 Juni 2022.
Momentum wisuda tersebut, menurut Budu, perlu menjadi pengingat bahwa keberlanjutan perguruan tinggi tidak hanya ditentukan oleh jumlah lulusan, tetapi juga kualitas tata kelola, kepatuhan terhadap standar pendidikan, dan kemampuan beradaptasi.












