Peringati Hari Aksara Internasional, Bunda Pustaka SD Negeri Borong Makassar Dikukuhkan

Sebelum pengukuhan, pustakawan Tulus Wulan Juni dari Dinas Perpustakaan Kota Makassar memberikan materi seputar literasi. Disampaikan bahwa dari 36 perpustakaan yang sudah terakreditasi, salah satu yang menonjol adalah SD Negeri Borong, termasuk kegiatan inovasinya.

Kegiatan yang dilakukan Bunda Pustaka ini, sebagai bukti promosi keaksaraan dan program literasi. Target yang akan dicapai dari program yang jadi fokus sekolah mencakup program yang literasi, numerasi, dan karakter. Dikatakan, gerakan literasi nasional memiliki tiga turunan program, mencakup literasi sekolah, gerakan literasi keluarga dan gerakan literasi masyarakat.
Mereka yang punya kemampuan literasi, kata Tulus, akan punya kemampuan memecahkan masalah. Kunci dari literasi adalah membaca, maka membaca merupakan aktivitas budaya.

“Dalam kurikulum merdeka, perpustakaan menjadi sumber belajar mandiri di sekolah,” kata pustakawan yang juga gemar menulis itu.

Nasyidah, S.Sos, M.AP, Pustakawan Ahli Utama, Dinas Perpustakaan dan Kearsipan (DPK) Provinsi Sulawesi Selatan, sebelum melakukan pengukuhan, mengapresiasi keberadaan Bunda Pustaka. Menurutnya, Bunda Pustaka ini perlu direplikasi bukan hanya di Kecamatan Manggala tapi juga di daerah lain.

BACA JUGA:  Mahasiswa Komunikasi Unismuh Makassar Selesai Magang di Pangkep TV

“Perpustakaan sudah berbasis inklusi sosial, sehingga perpustakaan bukan hanya untuk aktivitas membaca tapi juga kegiatan-kegiatan kreatif dan produktif masyarakat,” pungkas Nasyidah. (*)