PAIR Summit 2026 di Unhas, Kemdiktisaintek Dorong Riset Berdampak untuk Masyarakat Pesisir

Selain memastikan keberlanjutan dukungan terhadap PAIR, Kemdiktisaintek juga mendorong para peneliti memanfaatkan _International Research Partnership Program_ untuk memperkuat kemitraan dengan institusi luar negeri. Program tersebut diharapkan dapat memperluas jejaring kolaborasi, mendukung mobilitas akademik, serta meningkatkan diseminasi hasil penelitian Indonesia pada forum-forum ilmiah internasional.

Pandangan tersebut diperkuat oleh Rektor Universitas Hasanuddin, Prof. Dr. Ir. Jamaluddin Jompa, M.Sc., yang menilai perubahan iklim merupakan persoalan lintas batas dengan dampak paling nyata dirasakan oleh masyarakat pesisir. Kenaikan muka air laut, abrasi pantai, perubahan pola cuaca, hingga menurunnya kualitas ekosistem laut menjadi tantangan yang tidak dapat diselesaikan oleh satu institusi ataupun satu disiplin ilmu.

br

“Tema mengenai perubahan iklim dan masyarakat pesisir mengingatkan kita bahwa nilai sebuah penelitian tidak hanya diukur dari publikasi ilmiah, tetapi juga dari sejauh mana penelitian tersebut mampu memberikan dampak nyata bagi masyarakat. Sejalan dengan semangat Kampus Berdampak, kami berharap setiap riset benar-benar menghadirkan manfaat yang bermakna bagi masyarakat,” jelas Prof. JJ.

BACA JUGA:  Mahasiswa KKNT P. Persatuan Buat Peta Denah Dusun

Menurutnya, masyarakat pesisir merupakan kelompok yang berada di garis depan menghadapi dampak perubahan iklim karena perubahan tersebut secara langsung memengaruhi mata pencaharian, ketahanan pangan, hingga keberlanjutan kehidupan sosial dan budaya mereka. Oleh karena itu, kolaborasi seperti PAIR menjadi ruang strategis untuk mempertemukan peneliti, pemerintah, perguruan tinggi, pelaku industri, dan masyarakat dalam menghasilkan solusi berbasis sains yang dapat diterapkan melalui kebijakan dan aksi nyata.

Unhas dipercaya menjadi tuan rumah penyelenggaraan PAIR Annual Meeting 2026 yang berlangsung di Ballroom Unhas, Makassar, Selasa (21/7). Kepercayaan tersebut tidak terlepas dari keterlibatan aktif Unhas sebagai salah satu institusi dalam konsorsium PAIR Sulawesi yang selama ini mengembangkan berbagai penelitian kolaboratif bersama mitra di Indonesia dan Australia.

Partnership for Australia-Indonesia Research (PAIR) Annual Meeting 2026 merupakan program unggulan Australia-Indonesia Centre (AIC) yang didanai bersama oleh Pemerintah Australia dan Indonesia. Kegiatan ini menghadirkan peneliti dari sepuluh universitas di Indonesia dan Australia bersama sembilan perguruan tinggi di Sulawesi untuk mempresentasikan hasil penelitian mengenai dampak perubahan iklim terhadap masyarakat pesisir di Indonesia Timur sekaligus memperkuat kolaborasi riset lintas negara. (*/mir)

brbr
brbr
br