LP3M Unismuh Latih Kader Posyandu Timbuseng Gowa Jadi Penggerak Kampanye Digital Pencegahan Stunting 

“Melalui pelatihan ini, kader Posyandu diharapkan mampu menjadi agen edukasi yang aktif memanfaatkan media digital untuk menyampaikan pesan-pesan pencegahan stunting kepada masyarakat,” tuturnya.

Kepala Desa Timbuseng, Arifai SSos, saat membuka kegiatan mengatakan, kader Posyandu memiliki peran strategis dalam menekan angka stunting di tingkat desa.

Ia menilai, berbagai program pemerintah tidak akan berjalan optimal tanpa dukungan kader yang bekerja langsung di tengah masyarakat.

“Kader bekerja setiap hari mendata dan mendampingi masyarakat. Pencegahan stunting tidak akan berhasil tanpa keterlibatan para kader yang selama ini bekerja tanpa mengenal lelah,” ujarnya.

Arifai mengatakan, Kabupaten Gowa saat ini menunjukkan capaian positif dalam penurunan angka stunting dan pengentasan kemiskinan.

Di Desa Timbuseng sendiri, kata dia, angka stunting terus mengalami penurunan dari tahun ke tahun.

Meski demikian, ia menegaskan penanganan stunting tidak boleh hanya dibebankan kepada Dinas Kesehatan.

Menurutnya, persoalan stunting harus ditangani secara lintas sektor dengan melibatkan pemerintah, akademisi, dunia usaha, serta masyarakat.

“Stunting bukan hanya tugas Dinas Kesehatan. Semua sektor harus mengambil bagian. Kalau desa bekerja sendiri tentu sangat berat, apalagi dengan keterbatasan anggaran yang dimiliki pemerintah desa,” katanya.

BACA JUGA:  Asnawin, Wartawan Senior yang Magister Setelah 33 Tahun

Arifai mengapresiasi keterlibatan Unismuh Makassar melalui program pengabdian kepada masyarakat.

Ia berharap pelatihan tersebut mampu meningkatkan kapasitas kader Posyandu dalam memanfaatkan teknologi digital sebagai media edukasi kepada warga.

Melalui kegiatan ini, kolaborasi antara perguruan tinggi, pemerintah desa, tenaga kesehatan, dan kader Posyandu diharapkan semakin memperkuat gerakan pencegahan stunting di Desa Timbuseng, Kecamatan Pattallassang, Kabupaten Gowa.***