LP3M Unismuh Latih Kader Posyandu Timbuseng Gowa Jadi Penggerak Kampanye Digital Pencegahan Stunting 

Makassar, NusantaraInsight — Tim Pengabdi Program Kemitraan Masyarakat (PKM) LP3M Universitas Muhammadiyah (Unismuh) Makassar menggelar Pelatihan Media Edukasi Digital untuk Kampanye Pencegahan Stunting di Kantor Desa Timbuseng, Kecamatan Pattallassang, Kabupaten Gowa, Kamis (18/6/2026).

Kegiatan ini dilaksanakan oleh dosen Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (FISIP) Unismuh Makassar dan diikuti kader Posyandu dari sejumlah dusun di Desa Timbuseng.

Selain kader Posyandu, pelatihan tersebut juga dihadiri bidan desa serta sejumlah unsur masyarakat setempat.

Turut hadir Ketua Tim Penggerak PKK Desa Timbuseng, Hj Rahmawati, Bintara Pembina Desa Timbuseng Serma TNI Abd Salam, Wakil Ketua PCM Pattallassang Muzakkir Dg Tompo, Kepala Dusun Tamalate Munawir Muzakkir SPdI, serta Kepala Dusun Bollangi Asriadi.

Tim pengabdi PKM LP3M Unismuh Makassar terdiri atas Dr Muhammad Yahya MSi, Dr Hafiz Elfiansya Parawu ST MSi, Arni SKom M.I.Kom

Mereka turut didampingi sejumlah mahasiswa dalam pelaksanaan kegiatan pengabdian tersebut.

Pelatihan ini menghadirkan sejumlah narasumber, di antaranya Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Gowa yang diwakili Kepala Bidang Kesehatan Masyarakat Lisnawaty Djamaluddin, SKm MKes.

BACA JUGA:  Bengkel Lino Ta, Pengembangan Inovasi di SD Inpres Banta-Bantaeng 1 Makassar

Selain itu, hadir pula nara sumber Dosen Ilmu Komunikasi Unismuh Makassar Ahmad Syarif SSos MIKom, serta para dosen pengabdi dari dosen FISIP Unismuh Makassar.

Ketua Program Studi Ilmu Komunikasi Unismuh Makassar, Dr Sukri SSos MSi, dalam sambutannya mengatakan, kegiatan PKM tersebut merupakan bagian dari pelaksanaan tridarma perguruan tinggi.

Menurutnya, pengabdian kepada masyarakat menjadi salah satu tanggung jawab penting perguruan tinggi dalam menjawab persoalan sosial yang terjadi di tengah masyarakat.

Dr Sukri menjelaskan, stunting merupakan persoalan nasional yang membutuhkan perhatian serius dari berbagai pihak.

Karena itu, kata dia, kampus harus hadir mengambil peran melalui edukasi, pendampingan, dan penguatan kapasitas masyarakat.

“Kami sangat berterima kasih karena diterima dengan baik di Desa Timbuseng. Tema pencegahan stunting ini menjadi perhatian kami karena merupakan masalah nasional,” katanya.

Doktor Ilmu Komunikasi Universitas Padjadjaran Bandung itu menambahkan, kampus ingin berkontribusi agar angka stunting tidak terus bertambah.

Salah satu upaya yang dapat dilakukan yakni melalui kampanye edukatif yang mudah dipahami masyarakat.

BACA JUGA:  Mahasiswa Unpacti Makassar KKN/P di Bontoramba dan Tiga Puskesmas di Jeneponto

“Kampus ingin mengambil bagian agar angka stunting tidak bertambah, tetapi terus berkurang melalui berbagai upaya kampanye dan edukasi,” ujarnya.