Lantik 369 Kepsek, Wali Kota Makassar Tekankan Pendidikan Harus Bersih dari Praktik Titip-Menitip

Ia mengungkapkan bahwa persoalan akurasi data menjadi faktor utama yang menyebabkan proses pengukuhan kepala sekolah membutuhkan waktu panjang.

Menurut Appi, sinkronisasi, validasi, dan verifikasi data harus dilakukan secara cermat agar menghasilkan kebijakan yang tepat sasaran.

“Di era digital saat ini, data adalah kompas. Data yang keliru akan melahirkan kebijakan yang keliru. Data guru yang tidak akurat dapat menghambat karier mereka dan mengganggu pemetaan mutu pendidikan,” jelas politisi Golkar itu.

Karena itu, Munafri meminta para kepala sekolah yang baru dilantik, agar menjadikan pembenahan data pegawai sebagai tugas prioritas segera setelah kembali ke sekolah masing-masing.

Jangan ada lagi pembiaran terhadap data yang tidak valid, ia. Meminta Kepsek menjadikan data sebagai pekerjaan pertama yang harus segera dituntaskan.

“Saya menuntut keseriusan penuh untuk membenahi, merapikan, dan memperbaiki data pegawai di satuan pendidikan masing-masing. Jadikan ini sebagai pekerjaan pertama yang harus segera dituntaskan,” tegasnya.

Munafri menambahkan, seluruh kepala sekolah yang dilantik telah melewati proses seleksi yang ketat, objektif, dan transparan.

BACA JUGA:  Mahasiswa KKN UIN Alauddin Makassar Angkatan ke-75 Gelar Kegiatan EEC di TBM Karama Cendekia

Mulai dari uji kompetensi, wawancara mendalam, hingga penelusuran rekam jejak yang dilakukan secara menyeluruh.

Karena itu, ia berharap para kepala sekolah yang terpilih mampu menjawab kepercayaan yang diberikan dengan kinerja, integritas, serta dedikasi tinggi dalam memajukan pendidikan di Kota Makassar.

“Pengukuhan ini bukan sekadar seremoni. Ini adalah langkah untuk membangun fondasi yang kokoh bagi kemajuan pendidikan Kota Makassar,” kata Appi.

“Amanah besar telah diberikan, dan saya yakin seluruh kepala sekolah mampu menjalankannya dengan sebaik-baiknya,” sambung Wali Kota menututup arahan.

Sedangkan, Wakil Wali Kota Makassar, Aliyah Mustika Ilham, turut menyampaikan pesan khusus kepada ratusan kepala sekolah yang baru dilantik dan dikukuhkan di Tribun Lapangan Karebosi.

Dalam momentum pelantikan 369 kepala sekolah tingkat SD dan SMP se-Kota Makassar tersebut, Aliyah menegaskan bahwa jabatan kepala sekolah bukan sekadar posisi administratif, melainkan amanah besar untuk membentuk generasi masa depan yang unggul dan berkarakter.

“Pelantikan ini bukan sekadar penugasan jabatan, tetapi amanah besar untuk melahirkan generasi yang cerdas, berkarakter, dan siap menghadapi tantangan masa depan,” jelasnya.

BACA JUGA:  Cucu Sultan Bima Raih Doktor di Unpad

Ia berharap para kepala sekolah yang baru dilantik mampu menjalankan tugas dengan penuh profesionalisme, integritas, serta menghadirkan berbagai inovasi untuk meningkatkan mutu pendidikan di Kota Makassar.