Model sinergi antara guru, pembina asrama, dan kultur pesantren di Gombara dinilai dapat menjadi percontohan (benchmark) bagi lembaga pendidikan Islam lainnya di Indonesia dalam menerapkan pendidikan karakter yang komprehensif.
Melalui penelitian ini, Dr. Martono berharap model integrasi antara kelas dan asrama yang diterapkan di Pesantren Gombara dapat menginspirasi sekolah dan pesantren berbasis Islam lainnya untuk terus mengembangkan value-based curriculum (kurikulum berbasis nilai) yang kontekstual dan adaptif.
Beberapa poin kunci hasil penelitian Dr. Martono meliputi:
Desain Integratif: Kurikulum dirancang adaptif mengacu pada pedoman nasional Muhammadiyah dengan memadukan aspek akademis dan pembinaan asrama.
Internalisasi Nilai: Pembentukan karakter dilakukan melalui proses berkesinambungan: pengetahuan – pemahaman – pembiasaan – karakter.
Model Percontohan: Keberhasilan implementasi ditentukan oleh keteladanan guru/pembina dan kultur pesantren (hidden curriculum), yang relevan dijadikan rujukan bagi lembaga pendidikan Islam nasional.
Ia pula menyampaikan terimakasih kepada seluruh pimpinan Darul Arqam Gombara Muhammadiyah Makassar, para pimpinan Muhammadiyah hingga tamu undangan yang hadir memberikan doanya.
Alasan Meminta Dr. Pantja Nur Wahidin Sebagai Penguji Eksternal
Dr. Martono La Moane menunjuk Dr. Pantja Nur Wahidin sebagai Penguji Eksternalnya dengan dua alasan yang sangat penting.
“Pertama, beliau ahli di bidang Penelitian dan Evaluasi Pendidikan sehingga sangat relevan dengan kajian disertasi.”
“Kedua, beliau adalah Ketua PGRI Makassar dan Koordinator Majelis Dikdasmen PWM Sulsel, sehingga kehadirannya memberi bobot kelembagaan dan pengakuan profesi.”
“Saya berharap masukan beliau dapat menyempurnakan disertasi dan menguatkan kontribusi keilmuan bagi pendidikan di Kota Makassar khususnya Sekolah/Pesantren Muhammadiyah,” tutupnya.












