Inovasi PUSAKA SD Inpres Cilallang Merupakan Upaya Pemertahanan Aksara dan Bahasa Daerah

Rusdin Tompo yang juga penulis buku dan merupakan Koordinator Perkumpulan Penulis Indonesia SATUPENA Provinsi Sulawesi Selatan, lantas menyarankan beberapa kegiatan praktis. Bisa diadakan dalam bentuk lomba pidato bahasa daerah, atau membuat video reportase dalam bahasa Makassar lalu diposting di akun sekolah.

Bisa pula dalam bentuk lomba lagu dan puisi berbahasa daerah. Menarik pula kalau anak-anak diminta menulis surat dalam bahasa daerah kepada orangtuanya. Isinya menceritakan pengalaman belajar mereka selama di SD Inpres Cilallang.

Untuk kegiatan terkait aksara Lontaraq dan sastra daerah, Rusdin Tompo menyarankan guru dan orangtua berkolaborasi membuat kutipan dari paseng atau pappasang yang ditulis pada dinding kelas. Bisa pula membuat tulisan kreatif Ka Ga Nga di lapangan agar terbaca setiap kali anak-anak lewat atau bermain.

Kegiatan lomba-lomba pada momen-momen tertentu juga penting dilakukan. Antara lain lomba membaca sajak dalam bahasa Makassar, dan lomba dongeng atau rupama. Bisa pula lomba royong yang melibatkan orangtua siswa.

Program inovasi PUSAKA mencakup budaya, bahasa, aksara, dan sastra daerah. Sehingga, kata Rusdin Tompo, perlu ada kolaborasi dengan para pemangku kepentingan untuk diaktualisasikan dan dipromosikan sebagai upaya pewarisan dan pelestarian. Di sekolah ini sudah ada grup WhatsApp RESO (relawan sekolah), yang bisa digerakkan untuk melaksanakan inovasi PUSAKA.

BACA JUGA:  LemINA Jajaki Program Literasi di SDN Borong

Pada kesempatan yang sama Sunarsi, M.Pd dihadapan orangtua dan guru-guru, menyampaikan program inovasi SD Inpres Cilallang lainnya, yakni KaSikNa. KaSikna merupakan akronim dari Karakter Sikamaseang Ana’anaka. ***