HPBD Dorong Generasi Muda Lestarikan Bahasa Daerah

HPBD
Ketua HPBD Dr Azis Nojeng M.Pd (tengah) foto bersama

Eka Yuniarsih, SS, moderator tim pemateri HPBD, menyimpulkan bahwa bahasa daerah dapat terancam punah karena berbagai faktor, antara lain globalisasi, urbanisasi, dan dominasi bahasa-bahasa besar seperti bahasa nasional atau bahasa internasional seperti bahasa Inggris, Korea, Arab dan sebagainya.

Faktor lain, karena kurangnya pemakaian bahasa daerah dalam kehidupan sehari-hari, terutama oleh generasi muda, serta kurangnya dukungan resmi untuk mempertahankan dan mengembangkan bahasa daerah tersebut. Hal ini dapat mengakibatkan penurunan jumlah penutur bahasa daerah, yang pada akhirnya bahasa daerah itu mengalami kekepunahan.

Herdiman Tabi, yang dikenal sebagai tokoh pemuda, mengapresiasi kegiatan penyuluhan optimalisasi pemertahanan bahasa daerah yang digelar HPBD tersebut. Menurutnya, tantangan yang dihadapi di era globalisasi semakin kompelks, sehingga akan mempengaruhi bahasa daerah, yang jika tidak dilestarikan perlahan akan punah. Bahkan, lanjutnya, bukan saja bahasa daerah tetapi perilaku kehidupan sehari-hari, seperti budaya tabe, yang merupakan tata krama atau sopan santun, juga mulai hilang.

“Melalui penyuluhan atau sosialisasi ini dapat mengingatkan kita untuk menjaga kelestarian bahasa daerah dan adat istiadat kita,” katanya.

BACA JUGA:  Pelayanan Prima Perpustakaan SMAN 2 Enrekang, Kunci Gerakan Literasi

Pengabdian ini merupakan kegiatan pertama dari Himpunan Pelestari Bahasa Daerah Sulawesi Selatan dan akan berlanjut, selanjutnya daerah Sulsel bagian Selatan. (*)