DiaPro Karya Dosen PNUP Terpilih dalam Program Inkubasi Lab2Market, Menuju Platform AI Healthcare Berbasis Radio Network Planning

Makassar, NusantaraInsight – Politeknik Negeri Ujung Pandang (PNUP) kembali menorehkan prestasi membanggakan melalui inovasi riset dosennya. Dua dosen dari Jurusan Teknik Elektro dan Teknologi Informasi PNUP terpilih mengikuti Program Lab2Market, sebuah program inkubasi hilirisasi riset yang diselenggarakan oleh British Embassy Jakarta melalui UK–Indonesia Tech Hub, bekerja sama dengan Endeavor Indonesia, serta didukung oleh Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi Republik Indonesia (Kemdiktisaintek).

Kedua akademisi tersebut adalah Ir. Sirmayanti, S.T., M.Eng., Ph.D., IPU, ASEAN Eng., APEC Eng., dosen sekaligus peneliti di bidang Radio Network Planning, Digital Wireless Communication, RF Engineering, serta penerapan Artificial Intelligence (AI) dan Internet of Things (IoT) pada sistem komunikasi nirkabel, yang bertindak sebagai Project Leader and Strategic Director. Sementara itu, Pulung Hendro Prastyo, S.S.T., M.Eng., berperan sebagai Technical Lead yang bertanggung jawab pada pengembangan aplikasi mobile dan integrasi API.

Keikutsertaan keduanya didasarkan pada inovasi riset “AI-Based Early Diabetes Detection Using Hybrid Metaheuristic and Machine Learning”, yang didanai oleh BRIN dan LPDP, serta telah menghasilkan produk DiaPro (Diabetes Prediction). DiaPro merupakan aplikasi deteksi dini diabetes berbasis Artificial Intelligence (AI) yang mengombinasikan algoritme metaheuristik dan machine learning untuk menghasilkan prediksi risiko diabetes secara cepat, akurat, dan mudah diakses oleh masyarakat.

BACA JUGA:  Bangkitkan Jiwa Kewirausahaan Siswa melalui Hidroponik

Pengembangan DiaPro tidak berhenti pada pengembangan algoritme Artificial Intelligence (AI). Berlandaskan kepakaran tim di bidang Radio Network Planning, pengembangan DiaPro diperluas menjadi platform AI Healthcare yang mengintegrasikan Artificial Intelligence (AI), Internet of Things (IoT), dan jaringan komunikasi nirkabel. Pendekatan ini bertujuan menghadirkan layanan kesehatan digital yang mampu beroperasi secara aman, andal, responsif, serta mendukung pertukaran data medis secara real-time.

Roadmap penelitian ini memperlihatkan kesinambungan kepakaran yang telah dibangun dimulai dari riset desain dan optimasi jaringan radio seluler 4G/5G, pengembangan Private Non-Public Network (NPN), hingga integrasi Artificial Intelligence melalui Adaptive Network Slicing untuk mendukung layanan kesehatan digital yang andal.
Dengan demikian, DiaPro tidak hanya menjadi inovasi deteksi dini diabetes berbasis AI, tetapi juga menjadi demonstrasi penerapan kepakaran Radio Network Planning dalam membangun infrastruktur komunikasi digital yang mampu menjamin Quality of Service (QoS), keamanan, serta keandalan layanan AI Healthcare.

Program Lab2Market bertujuan mempercepat transformasi hasil penelitian perguruan tinggi menjadi produk inovasi yang siap diadopsi industri. Rangkaian kegiatan berlangsung mulai Juni hingga Desember 2026, diawali dengan Lab2Market Kick-Off Day dan workshop pada 25–26 Juni 2026 di Jakarta. Keikutsertaan dalam program ini menjadi momentum strategis untuk memvalidasi kesiapan teknologi sekaligus mempercepat proses hilirisasi menuju produk yang siap diimplementasikan dan dikomersialisasikan. Selama program berlangsung, tim peneliti akan memperoleh pendampingan dari mentor bisnis, investor, dan pakar komersialisasi teknologi dalam validasi pasar, penyusunan model bisnis, strategi perlindungan kekayaan intelektual, pengembangan jejaring industri, hingga persiapan pembentukan perusahaan rintisan (spin-off) berbasis teknologi.

BACA JUGA:  Disdik Sulsel Gelar Sinkronisasi Aset Sekolah

Direktur Politeknik Negeri Ujung Pandang, Prof. Rusdi Nur, S.S.T., M.T., Ph.D., menyampaikan apresiasi atas capaian tersebut. Menurutnya, keberhasilan dua dosen PNUP mengikuti program internasional ini menunjukkan bahwa riset terapan yang dikembangkan di PNUP tidak hanya memiliki kualitas akademik, tetapi juga potensi besar untuk dihilirisasikan menjadi produk yang memberikan manfaat nyata bagi masyarakat.
“Keberhasilan ini menunjukkan bahwa hasil penelitian dosen PNUP tidak berhenti pada publikasi ilmiah, tetapi berkembang menjadi inovasi yang memiliki peluang untuk dihilirisasikan. Kami berharap pengalaman, jejaring, dan pendampingan yang diperoleh melalui Lab2Market dapat memperkuat ekosistem inovasi dan kewirausahaan teknologi di PNUP serta mempercepat lahirnya produk-produk teknologi karya anak bangsa,” ujar Prof. Rusdi Nur.