“Cumlaude”, Muh. Zainal Altim Ali Raih Doktor di UNM

Zainal Altim
Ir.Muh.Zainal Altim, S.T.,M.T ketika menerima pengukuhan Doktor

“Model blended learning based project mata kuliah Material Elektrik dinyatakan valid. Kevalidan ini berdasarkan pada: (1) observasi keterlaksanaan pembelajaran blended learning based project, pengamat menilai dosen melaksanakan pembelajaran sesuai dengan tahapan dan runut, (2) observasi aktivitas dosen dan mahasiswa, pengamat menilai aktivitasnya rata-rata sangat baik, dan (3) observasi keterlaksanaan pembelajaran model blended learning based project, dosen dan mahasiswa menyatakan sesuai dengan tahapan pembelajaran. Artinya model blended learning based project pada mata kuliah Material Elektrik valid untuk dapat digunakan dalam meningkatkan hasil belajar mahasiswa,” ujar dosen Tetap Yayasan UMI Makassar tersebut.

Menurut lulusan Magister Teknik Unhas 2003 tersebut, model blended learning based project pada mata kuliah Material Elektrik yang dikembangkan dinyatakan praktis yang didasarkan pada: (1) kepraktisan model pembelajaran blended learning based projct, dosen dalam pelaksanaan kegiatan awal, inti dan penutup menilai sangat positif dan (2) respon dosen yang mencakup kelayakan model, inti materi dan aspek modul ajar, dosen merespon sangat positif. Artinya, model blended learning based project ini praktis digunakan dan mahasiswa antusias dalam mengikuti pembelajaran Material Elektrk sehingga dapat digunakan dalam meningkatkan hasil belajar mahasiswa.

BACA JUGA:  Wati, Potret Semangat Meraih Langit

Dia mengatakan Model blended learning based project pada mata kuliah Material Elektrik dinyatakan efektif. Efektivitas ini dinilai pada: (1) efektivitas model yang mencakup pola belajar, perilaku, motivasi dan evaluasi, mahasiswa menyatakan rata-rata positif dan (2) hasil belajar, mahasiswa menjawab rata-rata positif. Artinya model blended learning based project efektif digunakan pada mata kuliah Material Elektrik.

“Pembelajaran model blended learning based project mata kuliah Material Elektrik dinyatakan mampu meningkatkan hasil belajar mahasiswa. Berdasarkan pada uji N-Gain Score diperoleh nilai kelas eksperimen sebesar 89,84%, sedangkan nilai kelas kontrol 39.27%. Hasil ini menunjukan bahwa model blended learning based project yang diterapkan pada mata kuliah Material Elektrik dinyatakan cukup efektif dalam meningkatkan hasil belajar mahasiswa bila dibandingan pada kelas kontrol yang menerapkan pembelajaran konvensional,” ujar ayah tiga anak tersebut.

Dalam disertasinya promovendus menyarankan, kebutuhan untuk mendesain model blended learning based project dibutuhkan identifikasi dan analisis kebutuhan perangkat pembelajaran. Mendesain RPS untuk merencanakan pembelajaran, isinya memuat target kompetensi capaian melalui CPMK dan Sub CPMK dengan indikator-indikator yang dapat dikur tingkat keberhasilannya, mudah dipahami dan dilaksanakan oleh dosen pengampu. Pemilihan sintaks pembelajaran sesuai model yang dipilih agar penjelasan di setiap tahapan pembelajaran mudah diikuti oleh mahasiswa. Pembuatan modul ajar yang menarik untuk dibaca dan dipelajari. Materi ajar relevan dan kontekstual dengan contoh-contoh soal yang diberikan. Metode evaluasi yang ditetapkan lebih akurat.

BACA JUGA:  150 Paket Infak dari IKA FH-UH 87 Untuk Petugas Kebersihan di Makassar

“Model blended learning based project mata kuliah Material Elektrik tidak hanya membutuhkan desain perangkat pembelajaranya saja, namun juga dibutuhkan pemilihan dosen yang memiliki strategi dan teknik mengajar. Pada pembelajaran modern, dosen yang profesional harus mampu sebagai penyedia informasi, fasilator, pembimbing dan mediator dalam pembelajaran serta mampu menumbuhkan kemampuan berpikir kritis mahasiswa,” lulusan Teknik Telekomunikasi UMI tahun 1998 itu menyarankan.