Bimtek Inovasi ‘Panrita 20’: Langkah Nyata SMPN 20 Makassar Lestarikan Budaya Sulsel di Sekolah

Makassar, NusantaraInsight — Di tengah arus globalisasi yang semakin deras, upaya pelestarian budaya Sulawesi Selatan di lingkungan pendidikan menemukan wujud nyata. UPTD SPF SMP Negeri 20 Makassar menggelar Bimbingan Teknis (Bimtek) penyusunan rancangan inovasi sekolah bertajuk “Panrita 20”, sebuah terobosan yang dirancang untuk menanamkan kembali kearifan lokal ke dalam setiap aspek kehidupan sekolah.

Kegiatan ini menghadirkan narasumber dari BRIDA Kota Makassar, Ikrom Trianto, S.TP., M.Kes., yang memberikan panduan strategis kepada para pendidik dan tim penyusun agar rancangan inovasi ini tersusun secara terstruktur, terukur, dan siap diusulkan ke ajang penghargaan inovasi daerah maupun nasional.

br

Latar Belakang: Budaya di Tengah Arus Globalisasi

Kekayaan budaya Sulawesi Selatan—mulai dari seni ragam hias, arsitektur, tenunan khas, tarian, naskah Lontara, hingga falsafah hidup Siri’ na Pacce—merupakan warisan leluhur yang tak ternilai harganya. Namun, di tengah gempuran budaya populer luar negeri, muncul kekhawatiran mendalam: minat peserta didik terhadap budaya daerah semakin menurun. Banyak generasi muda lebih mengenal budaya asing dibandingkan kearifan lokal yang seharusnya menjadi jati diri mereka sendiri.

BACA JUGA:  35 CGP Ikuti Lokakarya di SDIT Darussalam Palopo

Di lingkungan SMP Negeri 20 Makassar, pengenalan budaya Sulawesi Selatan selama ini masih berjalan terpisah-pisah, belum terintegrasi secara menyeluruh dalam proses pembelajaran maupun penataan lingkungan sekolah. Kegiatan budaya seringkali hanya menjadi acara seremonial, belum menjadi bagian dari kehidupan sehari-hari peserta didik. Menyadari hal tersebut, SMP Negeri 20 Makassar bergerak untuk menjadikan pelestarian budaya bukan sekadar kegiatan tambahan, melainkan jiwa dan identitas utama sekolahnya.

Apa Itu “Panrita 20”?

Nama “Panrita” diambil dari istilah budaya Bugis–Makassar yang berarti orang yang ahli, berilmu, bijaksana, dan menjadi teladan—sosok yang memiliki keberanian, kecerdasan, dan ketulusan hati. Angka “20” melambangkan identitas SMP Negeri 20 Makassar. Inovasi ini hadir sebagai upaya nyata pelestarian budaya melalui seni dan prakarya, dengan keterpaduan menyeluruh dalam seluruh aspek kehidupan sekolah, yang diwujudkan melalui tiga pilar utama:

Identitas Sekolah Bermakna Budaya

Logo sekolah dirancang memadukan unsur ornamen khas Sulawesi Selatan — simbol Sulapa Appa, ikon benteng khas Kota Makassar, serta filosofi Bugis–Makassar lewat aksara Lontara. Bahkan perpustakaan sekolah pun diberi nama “Lamacca”, menjadikan setiap simbol dan nama di sekolah sebagai lambang kebanggaan seluruh warga sekolah.

br
br