Semua paparannya berisi perkembangan kinerjanya yang diakhiri dengan menyerahkan bantuan secara simbolis kepada Unhas sebesar Rp 7,4 miliar.
Selain Rektor Unhas Prof.Dr.Ir. Jamaluddin Jompa, M.Sc. Yang menyampaikan laporan dies, juga memberikan sambutan Menteri Pendidikan Sains dan Teknologi yang diwakili Dirjen Pendidikan Tinggi Ahmad Najib Burhani dan Ketua Majelis Amanat (MWA) Prof. Dr.Andi Alimuddin Unde, M.Si.
Pada kesempatan itu, Rektor Prof. Jamaluddin Jompa, didampingi Menteri Pertanian sekaligus Ketua Ikatan Alumni Universitas Hasanuddin (IKA Unhas) Andi Amran Sulaiman; Gubernur Sulawesi Selatan Andi Sudirman Sulaiman; Rektor Unhas periode 1989-1993 Prof.Dr. Basri Hasanuddin, M.A., Wakil Ketua DPD RI Tamsil Linrung; serta Dirjen Sains dan Teknologi KemendiktiSaintek Ahmad Najib Burhani meluncurkan enam program unggulan Unhas, yakni PT Bank Universitas Hasanuddin (BPR Unhas), Ayam Alloppe, Unhas TV Digital, Stanford Hasanuddin University Alliance for Research (SHARP), Closed House Ayam Broiler, dan Hotel Kuda Unhas.
Rektor Prof. JJ mengemukakan, program-program tersebut merupakan langkah strategis untuk mempercepat akselerasi pengembangan kampus sekaligus memperkuat posisi Unhas sebagai pusat pendidikan, riset, inovasi, dan pengabdian kepada masyarakat.
Akan halnya dengan BPR Unhas diharapkan menjadi motor penguatan fondasi finansial Unhas sekaligus mendukung inklusi keuangan dan pengembangan UMKM.
‘Kehadiran BPR Unhas ini bukan pesaing bank-bank konvensional yang sudah ada,” Prof. JJ berdalih.
Di bidang peternakan, Ayam Alloppe Unhas hadir sebagai inovasi hasil pemuliaan ayam kampung murni dengan teknologi in-ovo feeding. Ayam ini mampu tumbuh cepat dan efisien pakan dengan capaian berat rata-rata 1,1 kg dalam 60 hari serta konversi pakan 2,3 kg.
Guna memperkuat komunikasi publik melalui Unhas TV yang resmi mengudara secara digital free to air di kanal 806 sejak Mei 2023. Jaringan siarannya menjangkau wilayah Makassar, Maros, Pangkep, Gowa, dan Takalar. Kehadiran Unhas TV diharapkan menjadi jembatan antara dunia akademik dan masyarakat dengan berlandaskan empat pilar utama: pemerintah, kampus, industri, dan publik.
Juga ada kolaborasi internasional Unhas bersama Stanford University melahirkan Stanford–Hasanuddin University Alliance for Research on Asia Pacific (SHARP) yang berfokus pada riset keberlanjutan dan perubahan iklim. Kolaborasi ini memfasilitasi riset bersama, pertukaran ilmuwan, serta pengembangan kapasitas. Sebagai bentuk dukungan konkret, Stanford University telah mengalokasikan pendanaan awal sebesar USD 5 juta untuk mendukung penelitian bersama dalam tiga tahun ke depan.













