Kesembilan, tulisan yang menarik itu bila materinya memberi perspektif baru bagi pembacanya. Seorang penulis, biasanya punya pisau analisis sendiri. Rusdin Tompo mencontohkan, sebagai orang yang fokus pada isu media dan anak, dia kerap menggunakan hak dan perlindungan anak dalam mengkaji suatu kebijakan. Itulah perspektif yang dia bahas dan tawarkan dalam banyak tulisannya.
Pada bagian akhir pemaparannya, Rusdin Tompo yang juga merupakan editor buku sejumlah tokoh di Sulawesi Selatan, menyampaikan bahwa tulisan itu menarik bila memberi motivasi, inspirasi, dan hikmah bagi pembacanya. Terkadang, katanya, ada kisah-kisah menyentuh sisi kemanusiaan dan punya aspek spiritualitas, semula hanya dianggap pengalaman pribadi. Namun, justru tulisan-tulisan serupa itu kerap diminati pembaca. Poin kesepuluh ini menutup bahasannya tentang tulisan yang menarik di era digital.
Selain sesi tanya jawab dengan mahasiswa, mereka juga dikasi challenges membuat tulisan bertema kenangan dan diberi judul menarik. Kenangan itu bisa terkait mantan, sahabat, kampung halaman, orangtua, dan sebagainya. Meski durasi menulisnya relatif singkat, tapi dari hasil tulisan yang dibacakan beberapa mahasiswa, terlihat bahwa mereka punya potensi menulis yang baik dan menarik. (*)












