Sukardi Weda, Sang “Profesor Pembelajar”

Sukardi weda
Prof Sukardi Weda (baju putih) bersama penulis Rusdin Tompo

Dapat apresiasi karena prestasi, merupakan bab terakhir dari buku “Profesor Pembelajar”. Prof. Sukardi Weda menggambarkan sepak terjangnya sebagai aktivis dan organisatoris di tengah dinamika politik kampus. Beliau bahkan mempertegas dirinya sebagai seorang petarung, meski belum berhasil menjadi orang nomor satu di Menara Pinisi.

Dengan visi yang jelas dan rekam jejak prestasi yang sudah berhasil ditorehkan, tidak mustahil impian-impiannya akan menjadi nyata.

Ketika diberi kepercayaan mengemban amanah sebagai Wakil Rektor III Bidang Kemahasiswaan dan Alumni, beliau terbuka dan intens berkomunikasi dengan mahasiswa. Beliau senantiasa memotivasi mahasiswa agar bisa meraih prestasi, yang berarti juga kebanggaan dan nama baik UNM.

Di antara semua kesibukannya, beliau berusaha untuk tetap menjaga mood dan energinya, dengan cara yang sederhana, biar tetap sehat dan produktif.

Buku “Profesor Pembelajar” ini hanya bercerita dan mengungkap kisah hidup Prof. Sukardi Weda hingga menjabat sebagai WR III UNM, selama 2 tahun 3 bulan. Sama sekali tidak menyinggung soal ‘pemberhentian’ di tengah jalan sebagai WR III, yang sempat jadi topik hangat pemberitaan media massa tersebut.

BACA JUGA:  Suatu Hari dengan Tanri Abeng Manajer Profesional Pertama Indonesia

Alasannya, pertama, karena memang sejak awal buku ini diniatkan untuk memberi motivasi dan inspirasi dari kisah hidup seorang Sukardi Weda sebagai pembelajar, meski sudah bergelar Profesor.

Kedua, ada rencana untuk mengungkap tuntas keputusan dramatis pemberhentian itu, menjadi buku tersendiri agar lebih terang bagi publik. Publik nantinya bisa membaca, apa yang sesungguhnya terjadi sehingga dosen berprestasi ini diberhentikan oleh Rektor UNM, dan bagaimana Sukardi Weda menghadapi situasi tersebut. Tentu bakal jadi cerita yang menarik, tetapi itu nanti.

Saya berterima kasih kepada Prof. Sukardi Weda yang mempercayakan saya sebagai editor bukunya. Buku ini memberi pengalaman dan kenangan tersendiri bagi saya karena ‘honor’-nya digunakan untuk menambah uang panaik pernikahan anak saya di bulan Agustus 2022.

Semoga buku ini memberi inspirasi dan motivasi kepada para pembaca, sebagaimana diniatkan sejak awal. Aamiin. (*)

*) Dikembangkan dari Pengantar Editor pada buku Profesor Pembelajar: Autobiografi Motivasi penulis Sukardi Weda, penerbit Pakalawaki, 2023