SEMESTA JURNALISME: DARI GUTENBERG HINGGA ZUCKERBERG

Pada tataran inilah, dia bisa membuat framing, guna membangun opini publik.

Tentu saja, 9 elemen jurnalisme dari Bill Kovach dan Tom Rosentiel, yang ditulis dalam buku “The Elements of Journalism” (2001), perlu selalu jadi pedoman.

Bahwa jurnalisme harus berusaha untuk menyajikan informasi yang benar dan akurat. Loyalitas dan prioritas jurnalisme itu pada warga. Jurnalisme mesti memverifikasi setiap informasi sebelum dipublikasikan, dan harus independen dari pengaruh eksternal, termasuk penguasa.

Sebab jurnalisme justru harus menjadi pemantau kekuasaan. Juga mesti menyediakan forum warga dan menjadi ruang bagi warga untuk berbagi pendapat tentang apa yang menjadi kebutuhannya. Dalam semua proses jurnalisme itu, penting dijunjung tinggi keterbukaan dan akuntabilitas.

Seorang jurnalis mesti punya wawasan untuk mengembangkan ide itu dalam pertanyaan-pertanyaan kritis dan mendalam (indepth) kepada narasumber yang akan diwawancarai. Sehingga, selain dibutuhkan wawasan, juga networking (jejaring) ke tokoh, pakar, pejabat, politisi, aktivis, dan berbagai pihak yang relevan dan dapat mendukung kerja-kerja jurnalistiknya.

Semua ini mesti dirawat sebagai aset bagi dirinya, bagi institusinya, dan bagi profesinya. Ini semua merupakan data base, sebagai referensi, sebagai ensiklopedia publik dalam semesta jurnalisme. (*)

BACA JUGA:  MENGAPA DONALD TRUMP MENANG? Dan Apa Efeknya Buat Indonesia?

Catatan: tulisan ini merupakan Prolog buku karya Prof. Dr. Sukardi Weda, berjudul “Mengenal Dunia Jurnalistik: Dari Ide ke Berita” (2025)