Dari media auditif, berkembang lagi menjadi media pandang-dengar, setelah ditemukannya televisi.
John Logie Baird asal Skotlandia, diakui sebagai penemu televisi setelah dia berhasil mendemonstrasikan transmisi gambar hidup, pada tahun 1926. Nama-nama lain yang juga disebut punya andil dalam penemuan dan pengembangan teknologi televisi, yakni Philo Farnsworth (Amerika Serikat), Paul Nipkow (Jerman), dan Vladimir Zworykin (Rusia).
Televisi berkembang dari masa ke masa, dari yang hanya hitam putih menjadi gambar berwarna, dari televisi tabung ke smart TV.
Terkini, televisi analog sudah ditinggalkan berganti dengan televisi digital yang kualitas gambar dan suaranya lebih jernih, jumlah kanal lebih banyak, serta menghemat spektrum frekuensi radio dan keunggulan lainnya.
Banjir informasi terjadi lewat jagat digital, melalui new media (media baru). New media merupakan sebuah terminologi untuk menjelaskan konvergensi antara teknologi digital yang terkomputerisasi serta terhubung ke dalam jaringan.
New media memberi pilihan ruang-ruang pilihan teknologis sesuai konten yang kita butuhkan. New media ini paling tampak dalam pemanfaatan internet, di mana konten dan pengguna dapat saling terhubung.
Terjadi interaktivitas dan respons yang interaktif, dan hipertekstual di mana pengguna mudah mengakses konten yang sangat bervariatif (diversifikasi konten).
Dalam banyak kasus, konten dan informasi tumpang tindih, saling berkelindan, lebih mengedepankan viral dan trending, daripada esensi pesan, sehingga memunculkan apa yang para ahli sebut sebagai era post-truth (pasca kebenaran).
Facebook (FB) ditemukan oleh Mark Zuckerberg bersama Eduardo Saverin, Dustin Moskovitz, dan Chris Hughes, di tahun 2004. Hanya berjarak setahun (2005), postingan pertama YouTube diunggah, menandai hadirnya situs berbagi video buatan Chad Hurley, Steve Chen, dan Jawed Karim itu.
Setahun kemudian, tepatnya pada 2006, Twitter (kini X) dirilis ke publik, oleh penemunya Jack Dorsey, Biz Stone, Evan Williams, dan Noah Glass. Setelah itu Instagram (IG) didirikan oleh Kevin Systrom dan Mike Krieger, di tahun 2010.
Penemuan ragam media sosial ini tak terbendung, termasuk kehadiran TikTok, yang di negara asalnya diberi nama Douvin. TikTok pertama kali dirilis tahun 2016 oleh perusahaan teknologi Tiongkok, ByteDance, yang pendirinya adalah Zhang Yiming.
Persaingan di ranah teknologi komunikasi informasi ini begitu ketat. Siapa yang tidak inovatif dan adaptif terhadap kemajuan maka akan kalah dan ditinggalkan.
WhatsApp, yang ditemukan oleh Jan Koum dan Brian Acton, pada 2009, maupun Telegram, yang merupakan temuan Pavel Durov dan Nikolai Durof di tahun 2013, hanyalah beberapa yang populer kita gunakan.
Sebab, ada banyak aplikasi pesan instan yang bisa jadi alternatif sumber informasi, secara reel time, on the spot, anytime, anywhere, dengan tingkat pengaruh yang kuat: viral dan trending.
Di Tanah Air, sejarah pers modern dan jurnalisme sudah ada sejak masa kolonial. Para jurnalis atau wartawan punya peran besar dalam menghadirkan pencerahan bagi masyarakat di Nusantara.
Semangat nasionalisme ikut dipupuk dan dibentuk oleh kehadiran media massa, kala itu. Media massa menjadi alat perjuangan mengobarkan semangat anti-kolonialisme. Walau, pada awalnya, hanya ada terbitan media yang didominasi bahasa Belanda, di antaranya Bataviasche Nouvelles (1744), dan Vendu Niews (1776).
Belakangan, pers pribumi yang berbahasa Melayu bermunculan, seperti Bianglala (1854) dan Bromartani (1855).
Tonggak penting pers pergerakan, ditandai dengan hadirnya Medan Prijaji (1907), yang didirikan oleh Tirto Adhi Soerjo.












